HomeBeritaSetya Novanto Tunjuk Idrus Marham Jadi Sekjen Golkar, Nurdin Halid Ketua Harian

Setya Novanto Tunjuk Idrus Marham Jadi Sekjen Golkar, Nurdin Halid Ketua Harian

6a2d670f-f73e-4ba6-b375-9f8e26454a22

Badung – Ketum Golkar Setya Novanto langsung membentuk pengurus inti Golkar. Novanto sudah memilih orang untuk mengisi jabatan strategis.

Hal tersebut disampaikan Novanto dalam rapat penutupan Munaslub Golkar di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Selasa (17/5/2016). Hadir dalam acara ini Mendagri Tjahjo Kumolo yang akan menutup pelaksanaan Munaslub Golkar sebagai wakil dari pemerintah.

Dalam pidatonya di acara penutupan, Novanto mengawalinya dengan menyapa mantan Ketum Aburizal Bakrie yang kini diangkat menjadi Ketua Dewan Pembina.

“Yang terhormat bapak Mendagri Tjahjo Kumolo, yang terhormat Ketua Dewan Penasihat Aburizal Bakrie,” ujar Novanto keliru mengucapkan jabatan Ical.

Novanto langsung memperbaiki ketika diingatkan oleh para peserta Munaslub. “Mohon maaf ini baru belajar jadi ketum,” ucapnya berkelakar disambut tawa hadirin.

Kemudian pria yang berjanji untuk melepas jabatan Ketua Fraksi Golkar DPR itu lalu menjelaskan bahwa setelah diadakan rapat, pihaknya telah menentukan kader Golkar untuk mengisi jabatan strategis. Untuk formatur lainnya akan disusun dalam waktu sekitar dua pekan usai Munaslub ditutup.

“Sebelum saya jadi ketum banyak yang minta jadi formatur. Di tempat saya sudah jadi formaturnya, karena dipilih DPD tingkat I. Telah diputuskan dengan berbagai pertimbangan dan perlu ada waktu karena susunan formatur yang cukup banyak,” jelas Novanto.

“Untuk Sekjen Bapak Idrus Marham, Bendum Bapak Robert Kardinal, Ketua Harian Nurdin Halid. Formatur ini akan bekerja paling lambat maksimal 15 hari, Sabtu kita akan rapat,” lanjutnya mengumumkan.

Kemudian Novanto meminta Idrus, Robert, dan Nurdin untuk menampung segala masukan-masukan terkait susunan formatur atau kepengurusan Golkar. Terutama untuk mereka yang terlibat dalam Munaslub dan proses pemenangannya.

“Kita harapkan anggota yang betul-betul ingin aktif, tidak hanya orang yang ditaruh di tempat-tempat tapi tidak bekerja karena waktu kita hanya 3,5 tahun,” ucap Novanto.

Mantan Ketua DPR tersebut berjanji untuk bekerja maksimal bagi Golkar. Yakni dengan roadshow mendatangi DPD Golkar baik tingkat I dan tingkat II.

“Karena waktu sangat pendek dan karena pak menteri harus segera kembali, maka saya harus sampaikan di pidato terakhir,” jelas dia.

Usai memberikan pidato terakhir, sidang paripurna dilanjutkan dengan prosesi pelantikan Novanto sebagai Ketua Umum Golkar. Nurdin Halid yang bertindak sebagai Pimpinan Munaslub memberikan panji-panji Golkar kepada Novanto.

“Saya terima panji-panji ini untuk siap dikibarkan di seluruh Indonesia,” ucap Novanto lantang.

Usai pelantikan, Nurdin menjelaskan soal formatur pengurus DPP Golkar akan dikukuhkan dalam forum Rapimnas. Pembentukan formatur DPP juga sekaligus dilakukan bersamaan dengan penyusunan formatur Dewan Pembina, Dewan Pakar, dan Dewan Pertimbangan. Kemudian Nurdin menutup sidang paripurna Munaslub.

“Selesailah sudah rangkaian Munaslub Partai Golkar yang dimulai dari tanggal 13-17 Mei 2016. Dengan mengucapkan bismillah, seluruh sidang-sidang munas luar biasa saya tutup dengan resmi,” tegas Nurdin sambil mengetuk palu.

Selesai penutupan sidang paripurna, acara langsung dilanjutkan dengan penutupan acara Munaslub. Tidak semua mantan caketum Golkar hadir di lokasi, termasuk Ade Komarudin.

Sumber: DETIK

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *