HomePROFIL ANGGOTAEdison Betaubun

Edison Betaubun

EDISON BETAUBUN

Informasi Jabatan
Partai Golkar
Dapil Maluku
Komisi XI – Keuangan, Perencanaan Pembangunan, Perbankan
Informasi pribadi
Tempat Lahir Ohoiel
Tanggal Lahir 05/10/1957
Alamat Rumah Perum Graha Mutiara Blok E.9 RT 006 RW 003, Pengasinan, Rawa Lumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat

Latar Belakang

Edison Betaubun lahir di Ohoiel, 5 Oktober 1957. Edison berhasil menjadi anggota DPR RI 2009-2014 setelah memperoleh suara sebanyak 60.416 suara untuk daerah pemilihan Maluku . Edison kembali terpilih menjadi anggota DPR 2014-2019 dari dapil yang sama dengan perolehan suara 58.765 suara. Saat menjadi anggota DPR 2009-2014, Edison berada di komisi III (Hukum) pada 2009-2012 dan kemudian dipindah ke Komisi XI (Keuangan, Anggaran, Moneter) pada 2012-2014.

Pendidikan

S1 Universitas Pattimura (1983)

S2 Universitas Indonesia (2006)

Perjalanan Politik

Edison menjadi Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (2002-2004). Dirinya juga menjadi Wakil Ketua DPD Golkar Maluku (2003-2005). Pada 2010, Edison sempat diganjal tersangkut kasus korupsi yang sebelumnya telah menyeret nama Bupati Aru Teddy Tengko. Saat itu, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Herman Adrian Koedoeboen menyampaikannya ke publik dalam sebuah jumpa pers menyebutkan bahwa pada tahun 2006 terjadi pengeluaran dari kas daerah Aru senilai Rp 1 miliar lebih yang pertama kali dan diterima langsung oleh Tengko. Dari sejumlah dana tersebut, sebanyak Rp 750 juta diberikan kepada Edison Betaubun yang seolah-olah diberikan sebagai fee pengacara dalam kaitan sengketa Pilkada Aru. Saat itu, Betaubun yang berprofesi sebagai pengacara diminta bantuannya oleh Tengko untuk menangani sengketa tersebut hingga berakhir di Mahkamah Agung RI. Mengetahui namanya disebut-sebut terkait dalam kasus korupsi Bupati Aru Teddy Tengko, langsung memberikan klarifikasinya kepada Kejaksaan Tinggi. Dia mengakui menerima kucuran dana dari Teddy Tengko. Namun dana yang diterima tersebut merupakan uang fee atau jasa sebagai kuasa hukum dalam penanganan kasus Pilkada Aru yang disidangkan di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara, Jakarta. Edison Betaubun sendiri hingga kini belum terbukti bersalah dan terkait dengan kasus korupsi tersebut. Edison memperjuangkan hak daerahnya terkait bagi hasil pertambangan gas. Edison mempermasalahkan pemerintah provinsi Maluku yang dinilai kurang memperjuangkan hak participating interest (PI) 10 persen pengelolaan blok migas Masela, padahal dana yang potensial didapat Maluku akan sangat besar dan bisa membantu mensejahterakan warga Maluku.

Tanggapan

Kinerja Bank Mandiri

Pada 8 April 2015 – Menurut Edison di dalam negeri juga banyak mafia dan antek-anteknya. Edison minta klarifikasi kepada Direktur Utama Mandiri program apa yang disiapkan Mandiri untuk membantu Pemerintah di sektor infrastruktur karena anggarannya cukup besar.

Kinerja Bank Rakyat Indonesia

Pada 6 April 2015 Edison menanyakan apakah ada rencana untuk membangun KanWil di Maluku karena menurut Edison sudah ada KanWil di Papua. Menurut Edison saham BRI terbesar dipegang oleh pemerintah kemudian pihak asing dan pihak ke-3.  Mayoritas tidak setuju investasi asing di perbankan nasional, karena peran BUMN adalah sebagai agen pembangunan. Edison menanyakan pendapat Dirut BRI mengenai ini

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *