HomeBeritaAde Komarudin Ingin Jadikan Gedung Kura-kura DPR sebagai Museum Bersejarah

Ade Komarudin Ingin Jadikan Gedung Kura-kura DPR sebagai Museum Bersejarah

134909020160819-120704-1780x390

JAKARTA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ade Komarudin mengatakan, penolakan publik atas rencana pembuatan perpustakaan terbesar di Asia Tenggara tak akan menghentikan keinginannya melakukan perbaikan di Kompleks Parlemen.

Ade mengungkapkan, ia ingin menjadikan Gedung Kura-Kura DPR sebagai museum bersejarah.

Alasannya, Gedung Kura-Kura merupakan ikon dari Kompleks Parlemen yang dibangun pada era Presiden Soekarno.

“Saya ingin Gedung Kura-Kura itu museum bersejarah,” ujar Ade, Jakarta, Senin (22/8/2016).

Selama ini, lanjut Ade, para wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri selalu berkunjung ke Gedung Kura-Kura dan mengabadikannya.

Dengan anggaran terbatas, Ade mengaku telah memerintahkan untuk mempercantik taman yang berada di bawah tangga Gedung Kura-Kura.

“Kalau bunga kan murah anggarannya. Saya inginnya Gedung Kura-kura itu menjadi museum di lantai duanya,” kata dia.

Namun, kondisi saat ini belum memungkinkan untuk membangun museum yang luas dan mewah.

Ia berencana hanya menjadikan lantai dua Gedung Kura-kura DPR sebagai museum bersejarah yang akan berkisah mengenai perjalanan parlemen dari masa ke masa.

Sebelumnya, Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) berencana membuat Gedung Kura-Kura DPR sebagai museum audio visual.

Gedung Kura-Kura hingga kini masih digunakan untuk aktivitas anggota DPR, yang terdiri dari Ruang Komisi II, Komisi V, dan Komisi IV DPR.

Kompascom

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *