HomeBeritaKetua DPR Bicara Keterbukaan Parlemen di Forum MIKTA

Ketua DPR Bicara Keterbukaan Parlemen di Forum MIKTA

88ce528a-c701-423d-96a0-f4a5ee4ea155_169 (1)

Melbourne – Ketua DPR Ade Komarudin dan rombongan berangkat menuju Pulau Tasmania, Australia. Dia akan menghadiri forum multilateral lima negara yang tergabung dalam MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia).

“Ini adalah diskusi ketua-ketua parlemen beberapa negara, kami akan bertukar pikiran,” kata Ade Komarudin saat hendak berangkat dari Bandara Internasional Tullamarine, Melbourne, Victoria, Australia, Rabu (5/10/2016).

Forum ‘2nd MIKTA Speakers Consultation’ ini akan digelar di kota Hobart, Tasmania, pada tanggal 6 hingga 8 Oktober. Tema yang diangkat adalah soal transparansi parlemen kepada publik, bertajuk ‘Keterbukaan Parlemen untuk Keterbukaan Pemerintah’.

“Tema yang diangkat dalam MIKTA ini seputar akuntabilitas dan transparansi,” kata Ade.

“Saya akan berbicara pada sesi kedua setelah Australia, kemudian ditanggapi parlemen dari negara lain,” kata Akom.

MIKTA adalah organisasi informal yang beranggotakan negara-negara anggota G20. Ketua MIKTA saat ini adalah Australia, karena mereka adalah tuan rumah gelaran forum. Rencananya, kata Ade, Indonesia akan menjadi Ketua MIKTA dan tuan rumah forum MIKTA tahun depan.

Ada 14 rombongan dari DPR RI yang berangkat, termasuk staf dan wartawan. Anggota DPR yang ikut kunjungan ini adalah Syaifullah Tamliha selaku Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP), Siti Hediati Hariyadi selaku anggota BKSAP, dan Ichsan Firdaus selaku anggota BKSAP.

Tajuk ‘Keterbukaan Parlemen untuk Keterbukaan Pemerintahan’ ini akan diisi dengan sesi-sesi diskusi soal keamanan dalam keterbukaan parlemen, keterbukaan pemerintahan di MIKTA, partisipasi di keterbukaan parlemen, independensi parlemen dari pemerintah eksekutif, dan akuntabilitas di keterbukaan parlemen.

Pada hari ini, Ade Komarudin tanpa ditemani anggota DPR yang lain mengadakan pertemuan tertutup dengan Presiden Senat Australia Stephen Perry dan istrinya, di kediaman pribadi di Hobart. Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia Nadjib Riphat turut mendampingi Ade di kediaman Stephen Perry.

Detikcom

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *