HomeBeritaDPR Ungkap “Perihnya” Kehidupan Warga di Perbatasan kepada Pemerintah

DPR Ungkap “Perihnya” Kehidupan Warga di Perbatasan kepada Pemerintah

dpr-ungkap-perihnya-kehidupan-warga-di-perbatasan-kepada-pemerintah-MZkBaPaemR

JAKARTA – Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian menyampaikan ‘perihnya’ kehidupan warga di perbatasan yang serba terbatas sarana dan prasarananya. Yakni, aspirasi warga di daerah perbatasan sangat butuhan akses komunikasi, sarana transportasi, dan fasilitas pendamping desa.

“Warga di desa daerah perbatasan sangat membutuhkan akses komunikasi atau internet desa. Selain itu, juga butuh kendaraan sungai karena akses mereka melewati sungai. Para pendamping di sana juga membutuhkan kendaraan untuk mobilitas,” kata Hetifah saat rapat kerja Komisi II DPR dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/10/2016).

Hetifah menyarankan, agar Kemendes PDTT yang kini menjadi mitra Komisi II membuat “database” yang menginventarisasi potensi sumber daya desa. Dia juga mendorong Kemendes menjadi motor pembangunan desa dengan kementerian lain.

“Kemendes harus kementerian sentral untuk membangun desa sehingga harus memaduserasikan program lintas kementerian,” ujarnya.

Hetifah juga menyinggung layanan berbasis komunitas yang merupakan inisiatif perempuan dalam hal pencegahan terhadap kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan penanganan korbannya.

Menurutnya, layanan tersebut perlu didukung pemerintah karena selama ini mereka mandiri dalam hal pendanaan dan pengelolaannya. “Layanan ini telah tersebar di lebih dari 100 desa di pulau Jawa, Nusa Tenggata Timur, dan kepulauan Sumatera, dan telah berhasil menangani 16.000 kasus,” tuturnya.

Tak dipungkiri, Hetifah juga mengapresiasi kinerja Mendes yang dipaparkan dalam rapat tersebut seperti program prioritas yang didanai oleh anggaran dana desa dan pemetaan keberagaman desa Se-Indonesia. Dia pun mengingatkan bahwa tugas Mendes sangat berat karena harus mengatur lebih dari 70 ribu desa.

Okezone

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *