HomeBeritaSetya Novanto: Inovasi adalah Pendorong Utama Pertumbuhan Ekonomi

Setya Novanto: Inovasi adalah Pendorong Utama Pertumbuhan Ekonomi

ad71e765-83fa-4cac-bf6d-66b5fc11cdef_169

Chongqing – Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto mengatakan, Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana terus meningkatkan pembangunan infrastruktur. Novanto mengundang Pemerintah China untuk menaikkan investasi di Indonesia.

Novanto mengatakan, dirinya menghargai inovatif dan inisiatif dalam reformasi institusi dunia yang mendirikan The Asian Infrastructure Investment Bank(AIIB). Pembangunan infrastruktur regional, investasi dan sarana keuangan dinilai sebagai ukuran dan sangat tepat dalam membuat perekonomian daerah lebih kompetitif secara keseluruhan.

“Sebagai delapan terbesar pemegang saham dalam perbaruan mendirikan AIIB, Indonesia menginvestasi 3.36 miliar USD selama 5 tahun ke depan. Indonesia termasuk dalam sektor infrastruktur sebagai prioritas dalam mendorong perkembangan ekonomi di dalam pendekatan yang pragmatis,” kata Novanto.

Novanto menyampaikan itu saat berbicara dalam sesi bertema ‘Innovation in Global Economic Governance’ yang digelar di Yozhou Guesthouse, Chongqing City, China, Jumat (14/10/2016). Ada 70 partai politik dari 50 negara yang diundang.

Dalam kesempatan ini, beberapa jajaran Partai Golkar juga turut hadir seperti Ketua Bidang kebudayaan Golkar Tantowi Yahya, Bendahara Umum Golkar Robert Kardinal, Ketua Kordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Golkar Roemkono dan Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini Nurul Arifin.

“Di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, Indonesia berencana membangun infrastruktur-infrastruktur, kita tidak bisa semata-mata bergantung kepada anggaran nasional. Karena itu, memerlukakan dukungan dari semua sumber pendanaan keduanya baik dari sektor publik serta multilateral antara lain The AIIB,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Novanto, upaya inovatif lain yang diperkenalkan oleh China dalam Koridor kerja sama yaitu membangun Economic Belt di sepanjang Silk Road.

Dikatakan Novanto, dalam abad 21, ‘The Belt’ and The Road’ atau umumnya dikenal sebagai one Belt one Road yang diperkenalkan oleh Presiden Xi Jing Ping saat berkunjung ke Gedung DPR RI pada 2013 lalu, merupakan inisiatif utama China sebagai proyek raksasa. Sebab, melibatkan 65 negara, 4,4 miliar penduduk dan 40% dari GDP dunia.

“Dalam sebuah pendapat, OBOR bukan hanya membangun keseluruhan atau menciptakan mekanisme baru, akan tetapi harus bergantung di dalam bilateral dan multilateral antara China dan negara-negara lain menggunakan pola yang ada dalam kerja sama daerah yang telah terbukti efektif,” ujarnya.

Dalam jangka panjang, menurut Novanto, inovasi adalah pendorong utama pertumbuhan baik di negara-negara maupun kekuatan ekonomi global secara keseluruhan. “Untuk mencapai pertumbuhan inovasi, kami mendukung dialog dan kerja sama di antara pemangku kepentingan yang relevan,” terangnya.

Detikcom

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *