HomeBeritaTantowi Yahya: TNI Harus Terlibat dalam Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme

Tantowi Yahya: TNI Harus Terlibat dalam Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme

medium_96tantowi-yahya

JAKARTA – Anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya menegaskan, TNI harus terlibat dalam pemberantasan tindak pidana terorisme.

Terlebih, kata Tantowi, kejadian teror penusukan anggota polisi di Tangerang semakin memperkuat bahwa pemberantasan terorisme tidak bisa dilakukan oleh polisi saja.

“Kalau TNI dilibatkan, tentu kekuatan kita dalam mengcounter aksi teroris itu semakin besar. Yang kedua adalah effect gentarnya akan semakin besar,” ujar Tantowi di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (20/10/2016).

Politikus Partai Golkar itu tidak khawatir jika keterlibatan TNI akan menyebabkan penyalahgunaan kewenangan. Menurutnya, TNI punya tugas operasi militer selain perang (OMSP) yang ada dalam UU TNI.

“TNI diperbolehkan untuk melakukan aktivitas-aktivitas non perang, termasuk didalamnya menjaga Kamnas. Karena UU (TNI) ini masih dianggap belum jelas, maka diperjelas dalam UU (anti terorisme) ini, sehingga penyalahgunaan wewenang saya rasaakan tidak ada,” jelasnya.

Meski demikian, ucap Tantowi, wacana itu masih terus digodok dalam rancangan undang-undang (RUU) Anti-Terorisme.

“Nah UU itu sekarang sedang dalam pembahasan. Masih terjadi dua pendapat, apakah TNI diikutsertakan atau tidak,” kata anggota dewan penikmat musik country tersebut.

Sebelumnya, Kapolsek Tangerang Kota dan dua polisi lainnya diserang oleh pria yang diduga simpatisan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Penyerangan terjadi sekitar pukul 07.10 WIB di Pos Lantas Jalan Perintis Kemerdekaan, Kawasan Pendidikan Yupentek Cikokol, Tangerang Kota.

Teropongsenayan

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *