HomeBeritaKetua DPR: SBY Berpengalaman, Masukan Soal Intelijen Patut Dipertimbangkan

Ketua DPR: SBY Berpengalaman, Masukan Soal Intelijen Patut Dipertimbangkan

88ce528a-c701-423d-96a0-f4a5ee4ea155_169 (2)

Jakarta – Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan kinerja intelijen agar akurat dan tidak main tuduh menghadapi demo Ahok 4 November nanti. Ketua DPR RI Ade Komarudin menyebut sentilan SBY itu merupakan masukan yang patut dipertimbangkan.

“Menurut saya itu salah satu masukan dari Pak SBY yang bisa menjadi perhatian kita semua,” kata Ade di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2016).

Akom, sapaan akrab Ade, mengingatkan SBY memiliki kompetensi untuk memberikan masukan jelang demonstrasi Ahok pada 4 November nanti. Apalagi jabatan yang pernah diemban SBY di pemerintahan tergolong strategis.

“Jangan lupa beliau mantan Presiden RI. Pernah jadi Menkopolhukam, pernah jadi Kepala Staf Teritorial, semacam kasospol, Ketua Fraksi MPR RI, punya pengalaman yang cukup banyak dan pengabdiannya teruji di negeri ini. Beliau sangat berlatar belakang tentara, beliau sangat paham intelijen. Itu masukan yang patut dipertimbangkan,” jelas dia.

Soal demo Ahok itu Akom juga mengingatkan TNI untuk siaga. Dia menekankan demokrasi di Indonesia memperbolehkan demonstrasi sebagai penyampaian aspirasi yang tidak boleh dihambat oleh siapapun.

“Karena itu, saya sebagai ketua DPR meminta agar aparat pada siaga tadi dibarengi tindakan yang cukup persuasif. Jangan sampai terjadi hal apapun. Tidak boleh terpancing oleh perilaku yang destruktif dari demonstran. Karena kalau terjadi hal yang membuat publik terbelanga dengan kejadian itu, malah akan mengancam persatuan. Tidak boleh tindakan-tindakan yang membuat kegaduhan baru yang berkelanjutan,” bebernya.

Dia juga mengingatkan agar para demonstran juga menyampaikan pendapatnya dengan tertib. Pasalnya anarkisme bertentangan dengan demokrasi.

“Kemudian kepada demonstran kita juga minta benar, hak ini harus dijaga dengan baik. Hak menyampaikan pendapat harus dijaga. Demokrasi sudah sangat bagus sebagai suatu sistem jangan dikotori dengan anarkisme,” tegasnya.

Tak hanya mengingatkan aparat keamanan dan demonstran, Akom sekali lagi mengingatkan elite politik agar menahan diri.

“Ketiga, para elite politik untuk menahan diri semuanya. Main politik silakan, tapi tetap dalam koridor bahwa peraturan perundangan dan koridor sebagai negara yang berideologi pancasila. Mereka sudah sangat paham. Lebih paham dibandingkan dengan yang lain,” bebernya.

Dalam pernyataan SBY di Puri Cikeas, dia mengklarifikasi berbagai tudingan terhadap dirinya. Lantas apakah ini kontraproduktif dengan elite politik menahan diri?

“Enggak. Saling mengingatkanlah. Itu bagus saja. Enggak boleh juga kita tidak saling mengingatkan. Teman yang baik adalah yang bisa mengingatkan dalam situasi apapun mungkin ingatannya manis bisa juga pahit,” sebutnya.

Detik

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *