HomeBeritaARB: Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar Merupakan Dua Jabatan yang Sama Penting

ARB: Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar Merupakan Dua Jabatan yang Sama Penting

1424163683

Jakarta – Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie (ARB) menyebut, Ketua DPR dan Ketua Umum DPP Partai Golkar merupakan dua jabatan yang sama penting. Untuk itu, kedua jabatan itu harus diisi oleh orang-orang yang memiliki konsentrasi penuh.

Hal ini disampaikan ARB usai bertemu Wakil Ketua Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tandjung di Bakrie Tower, Rasuna Said, Jakarta, Jumat (25/11). Dalam pertemuan ini, kedua tokoh senior partai berlambang beringin itu membahas sejumlah persoalan politik terkini. Salah satunya mengenai keputusan Rapat Pleno DPP Partai Golkar yang mengusulkan Ketua DPP Partai Golkar, Setya Novanto sebagai Ketua DPR menggantikan Ade Komarudin (Akom).

“Institusi yang sangat penting tentu adalah institusi Dewan Perwakilan Rakyat, yang satu institusi Ketua Umum Partai Golkar karena dua jabatan yang membutuhkan satu waktu yang sangat penuh,” kata ARB usai bertemu Akbar Tandjung.

Dengan posisi yang sama penting, ARB menilai Ketua DPP Partai Golkar tak dapat rangkap jabatan menjadi Ketua DPR. Rangkap jabatan dikhawatirkan akan membuat kinerja salah satu institusi tak maksimal. Bahkan, tak menutup kemungkinan, rangkap jabatan tersebut akan membuat Partai Golkar terpecah belah karena Ketua Umum lebih mendahulukan tugasnya sebagai Ketua DPR.

“Kalau misalnya yang satu didahulukan yaitu misalnya kita dahulukan DPR maka Partai Golkar berpencar-pencar karena waktunya tidak cukup. Demikian pula kalau Partai Golkar yang didahulukan bagaimana nanti dengan DPR nya kan?,” ungkapnya.

Meski demikian, ARB menegaskan, hal ini baru sebatas pandangannya sebagai pribadi. Dewan Pembina, katanya belum belum mengambil sikap apapun terkait keputusan Pleno DPP mengenai wacana pergantian Ketua DPR. Hal ini lantaran Dewan Pembina belum bertemu dengan DPP mengenai hal ini. Padahal, Pasal 21 Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar menyebutkan keputusan-keputusan strategis harus dibicarakan antara pengurus DPP dengan Dewan Pembina. Apalagi, Dewan Pembina memiliki peran penting karena nasihatnya harus diikuti oleh pengurus DPP.

“Keputusan-keputusan strategis harus dibicarakan Dewan Pembina dengan DPP jadi secara eksplisit disebutkan bahwa yang strategis itu apa calon presiden dan wakil presiden dan ketua lembaga-lembaga negara. Yang ketiga, dan ini semua jadi tantangan Pimpinan Munas adalah bahwa nasihat itu harus diikuti oleh DPP. Jadi kita belum mengambil sikap apa apa terhadap satu pembahasan Pak Setya Novanto karena belum ketemu,” paparnya.

ARB mengungkapkan, pihaknya baru akan bertemu dan membahas mengenai pergantian Ketua DPR dalam rapat pada hari ini.
“Bagaimana pun saya baru rapat jam 15.00 WIB,” katanya.

Diberitakan, Rapat Pleno DPP Golkar memutuskan mengusulkan Novanto sebagai Ketua DPR menggantikan Akom. Surat DPP Golkar terkait penggantian tersebut sudah diterima Pimpinan DPR.

Beritasatu

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *