HomeBeritaBambang Soesatyo: Lumpuhkan Simpatisan ISIS di Indonesia

Bambang Soesatyo: Lumpuhkan Simpatisan ISIS di Indonesia

bambang-soesatyo-anggota-komisi-iii-dpr-ri-fraksi-partai-golkar_20151218_144649

JAKARTA – Pemerintah Indonesia patut memberi wewenang penuh dan keleluasaan kepada TNI dan Polri untuk mempersempit ruang gerak simpatisan ISIS di Indonesia.

Hal itu, belajar dari kegagalan pemerintah Irak dan pemerintah Suriah melumpuhkan ISIS.

Demikian dikatakan Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo melalui pesan singkat, Senin (12/12/2016).

“Ketahanan nasional akan menghadapi ujian maha berat jika rencana ISIS membangun basis di Asia Tenggara tidak segera ditangkal,” kata Bambang Soesatyo.

Bambang mengungkapkan beberapa indikasi yang sudah terlihat di permukaan.

Indikasi pertama adalah kecemasan yang sudah disuarakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

Bambang menuturkan keduanya sudah mengemukakan niat ISIS membangun basis di Filipina Selatan untuk mewujudkan kekhalifahan baru di Filipina, Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Indikasi kedua adalah kembalinya puluhan simpatisan ISIS warga negara Indonesia (WNI) ke tanah air.

“Pertanyaannya adalah mereka kembali untuk apa? Kembali untuk menjalani kehidupan normal? Atau kembali untuk mewujudkan rencana ISIS membangun kekhalifahan di Asia Tenggara?” tanya Politikus Golkar itu.

Indikasi ketiga adalah rencana serangan bom bunuh diri ke Istana Negara.

Jelang sore Sabtu (10/12/2016), kata Bambang, publik dikejutkan pemberitaan tentang keberhasilan Densus 88 Antiteror Mabes Polri mengamankan tiga orang terduga teroris di Bekasi.

Mereka berencana melancarkan serangan dengan bom berdaya ledak tinggi di Istana negara.

Ketiga orang itu ditangkap di sebuah rumah di Jalan Bintara Jaya VIII Bekasi, Jawa Barat, tepatnya di kamar kos 104.

Menurut Bambang, terdapat semacam gelagat bahwa sel-sel terorisme di Indonesia juga memberi respons positif terhadap rencana ISIS membangun basisnya di Asia Tenggara.

Kelompok-kelompok teroris itu sudah terang-terangan melampiaskan kebencian terhadap segenap jajaran Polri.

“Sejumlah prajurit Polri telah menjadi target serangan. Kelompok-kelompok itu juga diduga mendalangi ricuh pasca aksi damai 411. Mereka menunggu Polisi lengah untuk bisa merampas senjata,” kata Bambang.

Apalagi, kata Bambang, ada WNI yang sangat dipercaya pimpinan ISIS.

Sosok WNI itu diduga mendalangi bom Sarinah.

Menurutnya, bukan tidak mungkin, kelompok yang merencanakan ledakan bom di Istana Negara itu juga memiliki keterkaitan dengan WNI yang menjadi pentolan ISIS.

Untuk memperkecil atau melumpuhkan potensi ancaman itu, Bambang meminta perlakuan hukum terhadap para terduga dan tersangka teroris harus ekstra tegas.

Termasuk kepada mereka yang diduga sebagai simpatisan di dalam negeri.

“Para simpatisan ISIS harus dilumpuhkan agar mereka tidak memiliki peluang mewujudkan basis ISIS di Asia Tenggara,” kata Bambang.

Tribunnews

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *