HomeBeritaKetua DPR RI Ucapkan Dukacita atas Meninggalnya Dubes Rusia untuk Turki

Ketua DPR RI Ucapkan Dukacita atas Meninggalnya Dubes Rusia untuk Turki

0134246karlov780x390

JAKARTA РKetua DPR RI Setya Novanto mengucapkan dukacita atas meninggalnya Duta Besar Rusia untuk Turki, Andrei Karlov, yang ditembak mati saat tengah menyampaikan pidato di pameran foto di Ankara, Turki, Senin (19/12/2016) waktu setempat.

“Bangsa Indonesia sepatutnya menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya Andrei Karlov,” kata Novanto melalui keterangan tertulis, Selasa (20/12/2016).

Ia menyayangkan peristiwa tersebut terjadi di saat Rusia dan Turki berada dalam pusaran konflik Suriah.

Sejumlah upaya diplomasi yang dilakukan untuk meredakan ketegangan di Aleppo Timur, kata Novanto, menjadi seakan tercederai dengan peristiwa penembakan ini.

Novanto pun berharap Pemerintah Indonesia tetap mendukung proses perdamaian di Suriah. Sebab, terlepas dari latar belakang permasalahannya, persoalan ini dianggap sebagai persoalan kemanusiaan.

“Saya juga mengimbau kepada seluruh kepentingan terkait perdamaian Suriah harus terus dilanjutkan. Baik melalui mediasi oleh PBB maupun oleh Rusia, Turki, AS dan Iran,” tutur Ketua Umum Partai Golkar itu.

“Kita berkepentingan pada kemanusiaan. Rusia dan Turki pun berkepentingan pada kemanusiaan. Kita sisihkan kepentingan kekuasaan, jauh di bawah kepentingan kemanusiaan,” ujar Novanto.

Kementerian Dalam Negeri Turki menyebut, pria bersenjata yang menembak mati Duta Besar Rusia untuk Turki Andrei Karlov di Ankara, Senin (19/12/2016) adalah Mevlut Mert Altintas, seorang lelaki berusia 22 tahun.

Altintas bekerja sebagai polisi anti-huru-hara di Ankara selama dua setengah tahun terakhir.

Seperti diberitakaan AFP, hingga kini pun belum jelas apakah aksi Altintas dilakukan seorang diri, juga belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab.

Seperti diwartakan kantor berita Anadolu, saat penembakan, Karlov tengah menyampaikan pidato di podium untuk membuka pameran foto bertajuk

“Rusia dari Pandangan Orang-orang Turki”. Peristiwa itu terjadi di Gedung Cagdas Senat Merkezi, Ankara.

Kompas

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *