HomeBeritaAnggota Komisi I Dukung Pemerintah Tertibkan Lalu Lintas Informasi di Medsos

Anggota Komisi I Dukung Pemerintah Tertibkan Lalu Lintas Informasi di Medsos

274a6733-e9bd-4e32-a8d1-78644d15ff64

JAKARTA – Anggota Komisi I DPR Bobby Rizaldi mendukung kebijakan pemerintah menertibkan lalu lintas informasi di media sosial (medsos).

Bobby mengungkapkan informasi viral di media sosial berpotensi menimbulkan konflik dan gejolak sosial menjurus ke mobilisasi opini negatif.

“Bila media siar biasa, kan kita sudah punya KPI, sehingga antara lembaga siar dan masyarakat penerima informasi siar, bisa saling bertanggung jawab,” kata Bobby melalui pesan singkat, Rabu (4/1/2017).

Namun, Politikus Golkar itu meminta pemerintah tetap menjaga kebebasan berekspresi dengan menggunakan infrastuktur medsos. Disisi lain, bila informasi yang disiarkan dapat dibuktikan sebagai fitnah atau penggalangan opini yang berpotensi memecah NKRI maka harus segera ditertibkan.

“Komisi 1 tidak ingin cara-cara konflik ala Arab Spring (via FB, twitter), menyulut perang saudara, kasihan masyarakat. UU ITE yang baru disahkan, menjamin hal ini, masyarakat tetap bisa kemukakan pendapat via medsos,” kata Bobby.

Bobby mengatakan pemerintah tidak bisa serta merta memberangus kebebasan tanpa proses hukum yang jelas. Hal itu untuk memastikan informasi yang beredar fitnah atau tidak.

UU ITE, kata Bobby, membuat masyarakat pengguna medsos menjadi lebih bertanggung jawab, dan pengawasan pemerintah terjaga akuntabilitasnya. “Pasal yang diubah di UU ITE sudah menciptakan koridor yang jelas soal ini,” kata Bobby.

Oleh karenanya, Bobby menilai masyarakat tidak perlu khawatir bila akan memviralkan informasi yang dapat dibuktikan kebenarannya.

“Ya pemerintah harus tertibkan, apabila informasi yang disebarkan adalah fitnah, hate speech tanpa bukti, dan info tentang data-data hiperbolis yang dimaksudkan untuk memicu konflik,” kata Bobby.

Sumber: Tribunnews.com

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *