HomeBeritaDPR Ingatkan Bahayanya Isu SARA

DPR Ingatkan Bahayanya Isu SARA

0775c8eb-2e17-418c-a5e3-a36ec932f256_169
JAKARTA – Bangsa Indonesia diingatkan untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan di tengah maraknya isu bernada suku, agama, ras dan antar golongan (Sara) yang terjadi akhir-akhir ini.

“Dulu kita kenal istilah devide et impera, dan benar saja bahwa yang terjadi seolah-olah ada agenda terselubung untuk memecah belah kekuatan bangsa dengan menggunakan isu Sara,” kata anggota Komisi VI DPR RI Idris Laena, di Jakarta, Selasa (3/1).

Politisi Partai Golkar itu mencontohkan, masyarakat London yang melihat kondisi perekonomian Indonesia yang dianggap sudah terlalu liberal dan kebebasan berpendapat yang sudah terlalu longgar.

“Menurut mereka, di Eropa sendiri masih ada rambu yang membatasi orang berpendapat. Sehingga persoalan hukum dan kebijakan politik, tidak bisa diintervensi oleh siapapun atas nama publik. Apalagi sekadar opini yang mengatas namakan rakyat,” ujar Laena.

Dalam bayangan masyarakat London, jika pemerintah Indonesia terus melakukan pembiaran konflik Sara, maka tidak menutup kemungkinan akan dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk memuluskan agenda terselubung yang indikasinya bisa dirasakan dengan politik adu domba.

Laena mencontohkan kondisi negara di Timur Tengah yang cukup banyak diintervensi oleh negara luar sehingga menimbulkan ketidakstabilan dalam berbagai aspek.

“Menurut saya, pandangan tersebut memang perlu diwaspadai. Karena kalau melihat sejarah bangsa-bangsa yang pernah mengalami konflik pada akhirnya tidak pernah ada yang bisa survive kembali,” jelasnya.

Jika kemudian ditunggangi oleh negara besar yang berkepentingan maka sudah pasti menjadi bangsa yang gagal seperti yang terjadi di Afganistan, Irak, Yaman dan sekarang yang menjadi perhatian adalah perang antar saudara yang ditunggangi oleh negara lain yaitu di Suriah.

Dikatakan, Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dan memiliki sumber daya alam melimpah serta kondisi geografis yang strategis menjadi sasaran dari intervensi negara luar. Karena itu persatuan antar kompoten masyarakat sangat diperlukan guna menghadapi tantangan global tersebut.

“Untuk negara seperti Indonesia, rasanya akan menjadi sasaran dari intevensi negara luar. Mengingat peta geografis, demografi dan kekayaan alam Indonesia yang luar biasa. Bukankah pada pasca reformasi kita telah kehilangan Timor Leste,” demikian Laena. 

Sumber: RMOL.com

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *