HomeBeritaKomisi IV DPR: Peternakan Bisa Menopang Kebutuhan Daging Dalam Negeri

Komisi IV DPR: Peternakan Bisa Menopang Kebutuhan Daging Dalam Negeri

114216320151023-102536-resized780x390

PATI – Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo meminta petani dan peternak di seluruh Indonesia, khususnya di Kabupaten Pati, Jawa Tengah untuk mengembangkan potensi yang belum dijamah guna menopang kebutuhan daging dalam negeri.

Hal tersebut mengingat beberapa tahun belakangan ini dunia peternakan Indonesia terus diuji dengan adanya kebijakan dari pemerintah yang membolehkan melakukan impor daging dari luar negeri.

“Dunia peternakan kita bisa menjadi salah satu penopang ekonomi rakyat, selain pertanian dan perikanan. Semua pihak harus bersama mendukung pemerintah untuk serius menangani persoalan ini. Agar kita tidak lagi melakukan impori,” kata Firman saat melakukan kunjungan kerja di Pati, Jawa Tengah, Senin (9/1/2017).

Firman, Anggota DPR asal Desa Kedalon, Kecamatan Batangan, Pati, Jawa Tengah ini terus mendorong pengembangan peternakan di Pati, di antaranya sapi. Dia pun berusaha terus memantau perkembangan hasil penyalurkan bantuan pemerintah berupa 13 ekor ternak sapi pada Kelompok Tani Mekar Sari, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Pati, Jawa Tengah beberapa waktu yang lalu.

“Kami tetap memantauan kemajuan peternakan yang sudah disalurkan itu. Ya sebagai upaya kita untuk mengetahui progress atau kemajuan dari program yang diberikan pemerintah kepada masyarakat itu,” ungkap Wakil Ketua Baleg DPR  ini.

Lanjut Dewan Pakar DPP Partai Golkar ini, bahwa dimasa reses ini dirinya sengaja mendatangi setiap kelompok tani yang sudah menerima hewan ternak dari pemerintah.

Apakah bantuan itu, sambung dari alumni UGM dan Unpad ini, bisa dikembangkan dan bisa diurai permasalahan untuk dicari pemecahan masalahnya bersama-sama rakyat.

“Kami juga datang ke kelompok tani dan peternakan untuk mendapatkan masukan terkait dengan pelaksanaan program bantuan ternak di Kabupaten Pati ini,” terang Firman yang juga Ketum Ikatan Keluarga Kabupaten Pati (IKKP) ini.

Dijelaskan, dari hasil kunjungan kerjan (kunker) ke dapil tersebut, Firman menemukan bahwa Kelompok Tani Mekar Sari lebih siap untuk mengembangkan peternakan sapi, daripada bantuan lainnya.

Ada pun alasannya, karena Kelompok Tani Mekar Sari sudah bisa memproduksi pakan ternak sendiri dengan menggunakan teknologi.

“Kelompok Tani Mekar Sari, saking siapnya mereka juga bisa mengelola kotoran sapi sendiri agar lebih bermanfaat menjadi pupuk organik yang baik untuk tanaman, bahkan bisa dijual. Ini kan sebuah keunggulan luar biasa, mereka sudah melakukan inovasi. Kelompok tani itu bisa dicontoh di lingkungan lainnya,” kata Firman.

Sumber: Netralnews.com

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *