HomeBeritaKomisi II Anggap Wacana Pembubaran Komisi ASN Tidak Logis

Komisi II Anggap Wacana Pembubaran Komisi ASN Tidak Logis

1hetifah

JAKARTA – Komisi II DPR menilai wacana pembubaran Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) tidak logis di tengah semangat pemerintah melakukan reformasi birokrasi dan revolusi mental. Aanggota Komisi II DPR dari Fraksi Golkar Hetifah Sjaifudian berpendapat keberadaan KASN sangat dibutuhkan guna mencegah kasus jual beli dalam pengisian jabatan di organisasi perangkat daerah.

“Lihatlah kasus pengisian jabatan di organisasi perangkat daerah yang sering disalahgunakan seperti terjadi di Klaten dan banyak daerah lain. Ini kan ranahnya KASN,” kata Hetifah.

Hetifah menilai justru keberadaan KASN harus diperkuat dengan penambahan anggaran serta jumlah sumber daya manusia.

“Pembahasan revisi UU ASN ini kan dilakukan di Badan Legislatif. Komisi II DPR malah ingin mempersoalkan kembali usulan revisi ini,” jelas dia.

Sebelumnya Ketua KASN Sofian Effendi mengatakan pada akhir tahun 2016 muncul inisiatif sejumlah anggota DPR guna merevisi UU ASN yang baru berusia dua tahun. Menurut Sofian, salah satu poin pembahasan dalam revisi itu adalah pembubaran KASN selaku pengawas sistem merit dalam seleksi jabatan pimpinan tinggi.

Sofian menekankan pembubaran KASN akan memperbesar potensi praktik jual-beli jabatan pimpinan tinggi di instansi pemerintah.

Sofian memaparkan bahwa anggota DPR yang mengusulkan pembubaran itu beralasan bahwa pembubaran KASN dapat menghemat anggaran negara senilai Rp45 miliar/tahun.

Padahal menurut Sofian, pembubaran KASN justru berdampak pada semakin terbukanya potensi jual-beli jabatan di 29.113 jabatan di sejumlah instansi pemerintah yang ada saat ini.

Sofian menaksir jika terjadi jual-beli di 29.113 jabatan itu, maka nilainya kurang lebih setara Rp33 triliun-Rp35 triliun.

“Implikasinya nanti orang yang membayar suap untuk mendapat jabatan akan mencari pengganti biaya suapnya dengan menyunati uang proyek, hak rakyat akan diambil,” papar Sofian.

Sumber: netralnews.com

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *