HomeBeritaEks Pejabat Gabung ISIS, Bobby Adhityo Rizaldi Usul Perbaiki Rekrutmen PNS

Eks Pejabat Gabung ISIS, Bobby Adhityo Rizaldi Usul Perbaiki Rekrutmen PNS

20140124Bobby-DPR-001

Pria berinisial, TUAB (39), mantan pejabat Kementerian Keuangan Republik Indonesia dikabarkan dideportasi dari Turki, Istanbul. Ia beserta istri dan tiga anaknya diduga hendak bertolak ke Suriah untuk gabung dengan kelompok ekstremis ISIS.

Anggota Komisi I Fraksi Partai Golkar, Bobby Adhityo Rizaldi, menyayangkan sikap mantan pejabat Kemenkeu yang tertarik merapat ke ISIS. Bobby menerangkan saat era reformasi, lembaga pemerintah menerapkan penelitian khusus dan Pedoman Penghayatan dan Pengalaman Pancasila (disingkat P4) bagi pegawai negeri sipil untuk mendeteksi paham-paham radikal.

“Kalau dulu sebelum era reformasi, PNS ada yang namanya litsus, dan penataran P4, sehingga bila ada paham radikal bisa terdeteksi,” kata Bobby saat dihubungi, Jumat (27/1).

Pemerintah diminta meninjau ulang pola rekrutmen pejabat negara agar disesuaikan dengan format bela negara untuk ke depannya. Upaya ini, kata dia, untuk mengantisipasi bocornya informasi rahasia milik Indonesia kepada teroris.

“Hendaknya walaupun litsus tidak lagi diterapkan, ke depan dalam proses rekrutmen pejabat negara, perlu suatu format bela negara dengan penyesuaian agar jangan sampai hal ini terjadi,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, TUAB (39 memboyong serta istri nya NK (44) serta tiga anaknya NA (12), MSU (7), dan MAU (3) ke Turki diduga untuk bergabung kelompok ekstremis ISIS.

Terkait kabar tersebut, Kapuskom Kemenkeu, Nufransa Wira Sakti, tak menampik hal itu. Nufransa mengungkapkan jika TUAB merupakan eks pegawai Kemenkeu dengan pangkat terakhir golong IIIC.

“Pada Februari 2016 yang bersangkutan mengundurkan diri sebagai PNS Kemenkeu dengan alasan ingin mengurus pesantren anak yatim di Bogor,” ujar Nufransa dalam keterangan diterima merdeka.com, Jumat (27/1).

Semenjak saat itu, lanjutnya, TUAB tak lagi dapat dihubungi.

Merdeka

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *