HomeBeritaRevisi UU Pemilu Dorong Caleg Perempuan Ada di Urutan Pertama

Revisi UU Pemilu Dorong Caleg Perempuan Ada di Urutan Pertama

1hetifah

JAKARTA – Revisi Undang-Undang Pemilihan Umum (UU Pemilu) di DPR masih berlangsung alot. Tak hanya memperdebatkan soal ambang batas parlemen dan pencalonan presiden, kini banyak pihak menginginkan agar perempuan pada pemilu mendatang diberikan ruang yang lebih banyak dalam UU tersebut.

Anggota Pansus (Panitia Khusus) Revisi UU Pemilu, Hetifah Sjaifudian berharap dalam revisi tersebut dapat membuka peluang untuk kaum hawa. Sebab, menurut anggota DPR RI Fraksi Golkar ini, keterwakilan perempuan di DPR RI, DPD RI dan DPRD sangat minim sehingga harus didorong melalui peraturan yang sah.

”Saat ini jumlah perempuan yang mau terjun ke dunia politik masih sangat minim. Saya juga menyampaikan pesan kepada perempuan yang sudah terjun di dunia politik agar meningkatkan kapasitas diri,” ujar Hetifah, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/2).

Hetifah melanjutkan, Pansus revisi UU Pemilu juga sudah menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PP-PA), Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) dan CEPP pada Rabu (1/2) lalu. Dalam rapat tersebut, jelasnya, membicarakan upaya mendorong affirmative action keterwakilan perempuan dalam politik, dengan tujuan terwujudnya kebijakan yang berbasis kesetaraan gender dan keadilan.

”Salah satu yang kami usulkan dalam Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Pemilu adalah mendukung perempuan di nomor urut pertama di 30 persen daerah pemilihan (dapil) dalam pencalegan Pemilu 2019,” tandas Hetifah.

Perlu diketahui, saat ini keterwakilan perempuan yang terpenuhi untuk DPR RI hanya 17,32 persen, DPD 25,76 persen, DPRD Provinsi 16,15 persen dan Kabupaten/Kota 14 persen. Hal ini, dianggap sangat jauh dari harapan.

Begitupula dengan Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) yang turut mendorong affirmative action keterwakilan perempuan dalam politik. ”Kami PAN sangat mendorong adanya peran yang besar dari kaum hawa di dunia politik. Tak hanya di kepengurusan, tetapi juga di caleg,” ucapnya. ”Dan kami pun turut mendukung hal tersebut untuk dirumuskan di RUU Pemilu agar ada ruang yang besar untuk perempuan,” singkatnya. 

Sumber: Indopos

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *