HomeBeritaBambang Soesatyo Kritik Keras Kinerja Menkumham

Bambang Soesatyo Kritik Keras Kinerja Menkumham

bambang-soesatyo

JAKARTA – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bambang Soesatyo, mempertanyakan kinerja Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly, dengan terjadinya kembali peredaran narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan (LP).

Menurut Politisi yang biasa disapa Bamsoet ini, apa yang telah terjadi di Lapas Nusakambangan kemarin sama saja telah mencoreng proses hukum yang ada di Indonesia.

“Di mana kinerja Menkumham itu, mengapa belum bisa meminimalisir peredaran narkoba, bila diteruskan seperti ini hal tersebut sama saja mencoreng proses hukum di Indonesia,” ujar Bamsoet saat ditemui di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (6/2).

Anggota DPR dari Fraksi Golkar ini pun menuturkan pihaknya menyalahkan petugas lapas yang dianggap lengah dalam pengawasannya. Bahkan, dirinya menilai ada dugaan kuat praktik “kongkalikong” antara petugas lapas dengan para narapidana.

“Karena praktik hengky pengky yang masih terjadi itulah yang membuka ruang dan peluang terjadi di lapas. Keistimewaan narapidana, kelonggaran, beredarnya narkoba,” imbuhnya.

Mantan Bendahara Umum DPP Partai Golkar ini pun menyindir Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly untuk dapat segera memberikan tindakan tegas dalam menegakkan aturan dalam hal pembinaan warga binaan pemasyarakatan.

“Tidak boleh ada pemberian privilege (keistimewaan) kepada narapidana, siapa pun itu. Harus sama,” ketus Bamsoet. Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi III DPR, Mulfachri Harahap, mengaku aneh jika pihak narapidana bisa berkomunikasi mudah dengan penjual narkoba.

“Sebetulnya mudah saja, bagaimana mungkin mereka bisa berkomunikasi dengan dunia luar kalau mereka tidak memiliki alat komunikasi,” ketus Mulfachri. Dirinya juga meminta agar ada upaya untuk memperketat pengawasan terhadap narapidana narkoba, dengan menempatkan mereka di lapas terpisah dengan pengawasan ekstraketat.

“Lakukan pengawasan ketat, tidak boleh ada toleransi sedikit pun terhadap penggunaan alat komunikasi,” pungkasnya.

Sementara itu, peredaran uang dalam bisnis narkoba dinilai sangat besar sehingga para narapidana yang melancarkan bisnis narkoba sering kali tak berpikir panjang untuk mengalokasikan penghasilannya untuk “membeli” sipir-sipir lapas. Mulfachri mengakui, permasalahan terkait lapas sangat kompleks.

“Saya kira Pak Menteri Yasonna dengan sejumlah pengalaman yang dimiliki, mudahmudahan beliau memiliki jalan keluar terkait masalah yang kita hadapi terhadap persoalan lapas,” tandas Mulfachri.

Koranjakarta

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *