HomeBeritaHetifah Sjaifudian: Saatnya Parpol Rekrut Kader Perempuan Berkualitas

Hetifah Sjaifudian: Saatnya Parpol Rekrut Kader Perempuan Berkualitas

hetifah_20170208_173209 (1)

JAKARTA – Keterwakilan perempuan dalam politik menjadi isu penting dalam pembahasan RUU Penyelenggaraan Pemilu. Para aktivis perempuan mendorong ketentuan yang mengatur calon legislatif (Caleg) perempuan ditempatkan di nomor urut 1 di 30 persen total Dapil.

Hal itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Pansus RUU Pemilu, Rabu (8/2) di DPR, Senayan.

Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Dwi Septiawati menyampaikan bahwa dukungan terhadap caleg perempuan sangat diperlukan. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan bantuan dana dari negara untuk caleg perempuan.

“Kami merekomendasikan kepada Pansus RUU Pemilu agar pendanaan parpol diutamakan untuk caleg perempuan”, kata Dwi.

Terkait dengan penyusunan daftar calon, Gerakan Pemberdayaan Swara Perempuan (GPSP) merekomendasikan agar penentuan nomor caleg dengan sistem zipper system.

“Kami mengusulkan untuk penentuan nomor urut selang seling, antara laki-laki dan perempuan. Kami juga meminta agar 30 persen dari total Dapil, nomor urut 1 caleg perempuan”, tegas Endang, perwakilan GPSP.

Dalam rapat ini, politisi perempuan Partai Golkar Hetifah Sjaifudian mengingatkan pentingnya mempersiapkan kader-kader perempuan yang berkualitas. Ia mengakui tidak mudah mencari perempuan berkualitas yang siap terjun ke politik.

“Fakta bahwa sekarang masih sulit mencari kader yang mau jadi caleg, bagaimana dalam waktu yang singkat ini kita bekerja”, kata Hetifah.

Untuk meningkatkan keterwakilan perempuan, Hetifah mengapresiasi usulan Blocking Seat yang juga disuarakan politisi laki-laki.

“Kita apresiasi sistem Blocking Seat yang juga diusulkan bapak-bapak (anggota Pansus). Nanti perlu diperjelas bagaimana metodenya”, tutup Hetifah.

Tribunnews

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *