HomeBeritaDi Hadapan Titiek Soeharto, Warga Berharap Pendidikan Pancasila Dihidupkan Kembali

Di Hadapan Titiek Soeharto, Warga Berharap Pendidikan Pancasila Dihidupkan Kembali

DokCendanaNews3

SLEMAN — Di hadapan Anggota DPR/MPR RI, Siti Hediati Soeharto SE, sejumlah masyarakat mengeluhkan semakin hilangnya pengimplementasian nilai-nilai Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika dalam berbagai sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal itu disinyalir dari hilangnya pelajaran terkait nilai-nilai tersebut dari dunia pendidikan saat ini.

“Sekarang ini Garis Besar Haluan Negara (GBHN) tidak ada, pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) juga dihilangkan, butir-butir Pancasila juga tidak diajarkan, bahkan banyak sekolah yang sengaja tidak menggelar upacara bendera. Sehingga anak-anak tidak pernah menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kecuali hanya saat 17-an atau setahun sekali saja,” ujar salah seorang warga, Mustofa Ahmad dalam acara Rapat Dengar Pendapat Masyarakat di Ponpes QASHRUL ‘ARIFIN, Ploso Kuning III, Desa Minomartani, Ngaglik Sleman, Sabtu (18/02/2017)

Dalam kesempatan itu warga pun meminta agar nilai-nilai Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika dapat kembali diajarkan dalam dunia pendidikan sebagaimana masa orde baru dulu.

Mereka juga berharap agar pemerintah memperjelas instrumen-instrumen kebhinekaan, agar masyarakat dapat dengan mudah mengimplementasikannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Menanggapi hal tersebut, Titiek Soeharto mengatakan, sejak masa reformasi memang banyak pihak-pihak yang berusaha melunturkan nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tuggal Ika. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk menguasai seluruh kekayaan yang dimiliki Indonesia.

“Bangsa kita adalah bangsa yang sangat kaya. Kerena itu banyak sekali pihak yang ingin menguasai Indonesia. Caranya dengan melunturkan nilai-nilai yang selama ini kita anut, baik itu Pancasila maupun Bhineka Tunggal Ika. Sebab selama ini dua hal itulah yang menjaga Indonesia dari kehancuran.  Tanpa itu, bangsa Indonesia mungkin sudah hancur sejak lama,” katanya.

Titiek mengatakan, sebagai anggota DPR/MPR RI, ia akan menyampaikan keluhan dan menyuarakan aspirasi masyarakat tersebut agar nilai-nilai Pancasila maupun Bhineka Tunggal Ika dapat kembali dihidupkan dalam proses pendidikan di sekolah. Menurutnya hal itu sangat penting dilakukan terutama untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika bagi generasi muda.

“Saya juga mengharapkan pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan dapat terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dan kebhinekaan ini melalui kurikukum sendiri. Jangan menunggu pemerintah,” katanya.

Titiek Soeharto sendiri hadir ke Ponpes QASHRUL ‘ARIFIN, Ploso Kuning III, Desa Minomartani, Ngaglik Sleman, dalam rangka menjalankan tugasnya sebagai anggota DPR /MPR RI. Selain bertujuan menyerap aspirasi masyarakat, kegiatan tersebut juga digelar sebagai wadah untuk dialog untuk lebih mendekatkan anggota DPR dengan masyarakat dan konstituennya.

DokCendanaNews4

DokCendanaNews5

Cendananews

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *