HomeBeritaEntaskan Kemiskinan, Wabup Bantul Minta Dukungan Titiek Soeharto

Entaskan Kemiskinan, Wabup Bantul Minta Dukungan Titiek Soeharto

titikk

YOGYAKARTA — Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, masih menghadapi masalah kemiskinan yang sulit diatasi sendiri. Alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah yang hanya sebesar Rp. 1 triliun, dinilai tak mencukupi untuk menjalankan berbagai program pengentasan kemiskinan, karena anggaran sebesar itu juga digunakan untuk berbagai keperluan dan kebutuhan lain.

Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengungkapkan hal itu saat menerima kunjungan Anggota DPR RI Fraksi Partai Golongan Karya, Siti Hediati Soeharto, SE, atau akrab juga dikenal dengan nama Titiek Soeharto di Ponpes Almahali Watu Ageng, Mojo Legi, Karang Tengah, Imogiri, Bantul, Jumat (17/2/2017), sore. Menurut Abdul, saat ini, 14 persen dari total jumlah penduduk atau sebanyak 138.000 orang di Bantul tercatat sebagai warga miskin.

Pemerintah Kabupaten Bantul, lanjutnya, telah merumuskan dan menjalankan berbagai program pengentasan kemiskinan dengan berbagai kegiatan yang difokuskan kepada pemenuhan kebutuhan dasar, pangan dan papan. Namun, dengan keterbatasan anggaran, berbagai program pengentasan kemiskinan yang telah dijalankan itu belum bisa maksimal.

Abdul yang juga merupakan Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Bantul, mengungkapkan pula, jika di wilayahnya masih banyak rumah yang belum layak huni, tak memiliki fasilitas jamban dan bahkan ada yang belum bisa menikmati saluran listrik. “Karena itu, apa yang pernah dilakukan Ibu Titiek di Bantul sangat bermakna bagi kami. Ke depan, kami masih sangat mengharapkan peran aktif Ibu, guna memfasilitasi berbagai program dan upaya kami dalam mengentaskan kemiskinan,” beber Abdul.

Diakui Abdul, peran Titiek Soeharto dalam kapasitasnya sebagai wakil rakyat di DPR RI, telah begitu banyak membantu warga Bantul melalui berbagai alokasi bantuan di bidang pertanian maupun peternakan. Abdul berharap, Titiek Soeharto, masih berkenan memfasilitasi kebutuhan warga Bantul.

Kepala Desa Karang Tengah, Sugito, menambahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, dari total jumlah 1.600 Kepala Keluarga di desanya, 615 di antaranya tercatat sebagai warga miskin. Untuk itu, berbagai upaya guna mengentaskan kemiskinan telah dilakukan, antara lain dengan memberdayakan usaha mikro kecil menengah yang ada, seperti usaha kerajinan keris, batik, kuliner dan sebagainya.

titikkkkkk

Namun, diakui Sugito, kurangnya anggaran masih sangat menyulitkan pihaknya, sehingga upaya pengentasan kemiskinan belum bisa maksimal. “Saat ini APBDes kami tahun ini hanya sekitar dua miliar rupiah, yang bersumber dari Dana Desa, Alokasi Dana Desa atau dana perimbangan yang besarnya ditentukan oleh kabupaten serta pajak, retribusi, dan sebagainya,” jelasnya.

Selain itu, Sugito juga mengeluhkan sumber data BPS terkait jumlah warga miskin di desanya yang tidak sesuai dengan data yang dibuat oleh Pemerintah Desa Karang Tengah. Ia mencontohkan, dalam kenyataannya pihak desa telah berhasil mengentaskan beberapa warga miskin, namun jumlah warga miskin di desanya masih mengacu pada data BPS.

Namun demikian, Sugito tetap mengakui, jika berdasar data desa, tercatat masih ada 120 KK di desanya yang rumahnya belum layak huni dari aspek atap, dinding dan lantai, dan 70 KK belum memiliki fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) yang berdampak kepada tingkat kesehatan masyarakat. Tetapi, di lain sisi, Sugito mengaku, masih bisa merasa bangga, karena meski masih ada banyak warga miskin di desanya. Kesadaran terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan lingkungan di kalangan warga Desa Karang Tengah, cukup tinggi. “Maka, dengan kedatangan Ibu Titiek Soeharto ini, kami harap arahannya, agar kami bisa cepat mengentaskan kemiskinan,” kata Sugito

Menanggapi berbagai keluhan dan harapan warga tersebut, Titiek Soeharto, menyatakan, jika selama ini pihaknya selalu berupaya memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Melalui perannya sebagai wakil rakyat, Titiek juga berharap agar bisa bermanfaat bagi masyarakat luas. “Semoga dengan adanya saya sebagai wakil rakyat, bisa bermanfaat dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat luas,” ujar Titiek.

titikkkkkkkkkkkkkk

Kunjungan Titiek Soeharto di Ponpes Almahali, Watu Ageng, Mojo Legi, Karang Tengah  Imogiri, Bantul, yang berlangsung sekitar 1 jam, disambut meriah oleh para santri dan santriwati. Titiek bahkan menyempatkan diri mencoba kesenian gejog lesung yang dimainkan oleh para ibu untuk menyambut kedatangannya.

Kesenian Gejog Lesung merupakan tradisi warga setempat yang pada awalnya merupakan aktivitas menumbuk padi. Seiring perkembangan zaman, lesung tak lagi digunakan. Namun, suara benturan kayu pemukul dan lesung yang menimbulkan irama tertentu, sejak beberapa tahun terakhir mulai dikembangkan sebagai kesenian tradisional gejog lesung. Berbagai syair lagu Jawa yang biasanya berisi petuah atau menggambarkan kebahagiaan, didendangkan dengan iringan gejog lesung tersebut.

Cendananews

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *