HomeBeritaKetua DPR Minta Pemerintah Waspadai Defisit Anggaran

Ketua DPR Minta Pemerintah Waspadai Defisit Anggaran

16649448_1636108576406612_7624540423130835447_n

JAKARTA – Kalangan DPR meminta pemerintah mewaspadai defisit anggaran yang dinilai mendekati level kritis, bahkan ada yang memprediksi akan membengkak hingga melampaui target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Untuk menambal defisit, DPR meminta pemerintah meningkatkan penerimaan negara di sektor pajak dan nonpajak.

Ketua DPR Setya Novanto mengharapkan para pemangku kepentingan dapat menempatkan APBN sebagai stimulus perekonomian domestik di tengah masih lesunya perekonomian gelobal. Selain itu, masih ada persoalan lain, seperti masih tertekannya sektor swasta dan masyarakat domestik, masih lemahnya perdagangan internasional, dan masih tertahannya investasi dan belanja masyarakat.

“Pemerintah harus mampu menghadirkan APBN yang ekspansif untuk mendorong tergeraknya perekonomian bangsa, dan menjaga kesejahteraan masyarakat agar semakin membaik,” kata Setya Novanto saat membuka seminar “Problem Defisit Anggaran dan Strategi Optimalisasi Penerimaan Negara 2017” yang diselenggarakan Fraksi Partai Golkar DPR di Jakarta, Senin (20/2).

Saat ini, lanjutnya, isu defisit anggaran menjadi topik hangat yang disoroti publik, terutama dari kalangan pengamat dan politisi.

Melihat kondisi perekonomian nasional saat ini, seminar yang diselenggarakan Fraksi Partai Golkar tersebut diharapkan dapat memberi masukan berharga bagi para pemangku kepentingan di dalam pengelolaan APBN yang kredibel.

Novanto menjelaskan demi optimalisasi penerimaan negara dan untuk mengatasi defisit anggaran, sektor perpajakan perlu mendapatkan dukungan serius, mengingat 80 persen lebih penerimaan negara bersumber dari penerimaan perpajakan.

“Memastikan defisit dalam batas yang aman, sesuai udang-undang. Perlu juga memastikan optimalisasi penerimaan negara. Semakin membaiknya penerimaan negara dalam jangka panjang, akan semakin meningkatnya kemandirian serta kapasitas ekonomi domestik dalam jangka pendek,” papar Novanto.

DPR berharap batas defisit tetap berada di bawah batas yang ditetapkan dalam Undang-undang Nomor 17 tahun 2013 tentang keuangan negara, yang maksimum sebesar tiga persen dari produk domestik bruto (PDB).

Novanto juga memberikan arahan agar pemerintah melakukan reformasi perpajakan yang bertujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak. Reformasi dilakukan dengan memperbaiki regulasi dan sistem perpajakan.

“Kami sangat optimistis penerimaan perpajakan semakin membaik ke depan. Terlebih lagi semakin membaiknya pelayanan pajak, yang kami rasakan saat ini,” ujar Novanto.

Sumber: Beritasatu.com

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *