HomeBeritaKomisi II DPR RI Kunjungan Kerja ke Provinsi Sulawesi Utara

Komisi II DPR RI Kunjungan Kerja ke Provinsi Sulawesi Utara

foto-ZA

MANADO РGubernur Sulut Olly Dondokambey mengusulkan kepada komisi 2 DPR RI agar dalam revisi undang-undang (RUU) pemilu pelaksanaan pemilihan legislatif dan presiden jangan berbarengan karena pertimbangannya akan ribet dalam pengamanannya.

“Usul itu karena saya melihat petugas keamanan TNI Polri rasionya atau perbandingan dengan jumlah penduduk masih kalah jauh, jumlah penduduk lebih banyak,” jelas Olly saat menerima rombongan Komisi II DPR RI di ruangan CJ Rantung kantor Gubernur Sulut, Senin (27/2) kemarin.

Menurut Olly rasio jumlah masyarakat dan petugas keamanan untuk antisipasi jika terjadi hal yang tak diinginkan, meski dalam pelaksanaan Pilkada di Sulut khususnya relatif aman terkendali. Namum utamanya antisipasi sejak awal ketimbang antisipasi saat sudah kejadian. “Saya yakin masukkan ini bisa dipertimbangkan oleh teman-teman di DPR RI,” tukasnya.

H. Zainudin Amali SH ketua komisi II DPR RI mengatakan saat ini panitia khusus (pansus) RUU pemilu masih terus dibahas, masukkan dari berbagai pihak masih memungkinkan termasuk usulan dari Gubernur Sulut sudah dicatat. “Kami akan sampaikan ke anggota panitia kerja (Panja) RUU Pemilu yang sebagian besar adalah anggota komisi II DPR RI,” jelas Amali.

Lanjut Amali dari fraksi partai Golkar, selain akan diteruskan kepada Panja pihaknya juga meminta kepada Gubernur Sulut Olly Dondokambey agar melakukan komunikasikan masukkan tersebut ke fraksi-fraksi yang ada di DPR RI. “Fraksi juga ikut membahas hal ini,” tambahnya.

Zainudin Amali ketua Komisi II DPR RI kembali menjelaskan provinsi Sulut merupakan satu diantara daerah pilihan dalam melakukan reses yang tengah dilakukan DPR RI. Selain Sulut komisi II melakukan hal yang sama di provinsi NTB, berkaitan dengan hal yang ditangani setiap hari. “Kami melakukan pengawasan dengan mitra kerja seperti Kemendagri, Kementrian agraria dan tata ruang, kementrian PAN RB. Semoga pulang dari Sulut banyak hal yang teruskan ke Jakarta,” sebutnya.

Terkait pelaksanaan pemilukada serentak yang baru saja digelar oleh 101 daerah diseluruh Indonesia menjadi perhatian komisi 2 DPR RI. Masalah lainnya tentang pemerintahan daerah yaitu pelayanan publik serta masalah pertahanan.

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan komisi II DPR RI mencecar gubernur dengan berbagai pertanyaan dan masukkan. Pada kesempatan yang sama Olly sedikit menyentil latar belakang ketua komisi II DPR RI Zainudin Amali yang sudah tak asing lagi bagi Kota Manado.

“Dulu pak Amali SMP bersekolah di SMPN 1 Manado dan SMA di SMAN 4 Manado sehingga sudah tak asing lagi bagi masyarakat Sulut. Begitu juga dengan personil Komisi II lainnya yaitu EE Mangindaan mantan Gubernur Sulut,” kata Olly.

Kedatangan komisi II DPR RI sangat baik, apalagi terkait pelaksanaan pilkada di Kabupaten Bolmong dan Kabupaten Kepulauan Sangihe berjalan baik tidak ada hambatan hingga proses penyelenggaraanya. “Saya harap prosesnya berlangsung dengan baik agar bisa ada pemimpin baru di dua daerah itu,” tukasnya.

Terpisah Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut Livie Alow dihadapan rombongan komisi II dan Gubernur mengatakan Pilkada berjalan sesuai tahapan, program dan jadwal. “Untuk Kabupaten Bolmong partisipasi pemilih 80.6 persen di 346 tempat pemungutan suara (TPS) dan di Kepulauan Sangihe 78 persen partisipasi pemilih,” urai Livie.

Tribunnews

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *