HomeBeritaIni Pidato Lengkap Raja Salman di DPR

Ini Pidato Lengkap Raja Salman di DPR

49944a6d-6955-4bfa-8f3b-00e96c81f36b_169

Jakarta – Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud tak berpanjang lebar saat memberikan pidato di DPR. Selain menyoroti soal hubungan Arab Saudi dan Indonesia, Raja Salman juga membahas persoalan terorisme.

“Izinkan saya untuk mengawali sambutan saya ini dengan menyampaikan penghargaan kami yang setinggi-tingginya kepada pemerintah dan rakyat Indonesia yang bersahabat, atas keberadaan saya bersama para hadirin sekalian,” ujar Raja Salman di ruang sidang paripurna, gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/3/2017).

Raja Salman menyebut kehadirannya ke Indonesia merupakan balasan atas kunjungan Presiden Joko Widodo ke Arab Saudi pada tahun 2015. Dia juga menekankan pentingnya peningkatan hubungan bilateral antar kedua negara.

Saat menyampaikan pidatonya, Raja Salman menggunakan bahasa Arab. Namun ada penerjemah yang diperuntukkan bagi anggota dewan dan tamu undangan lain.

Berikut isi lengkap pidato Raja Salman:

“Segala puji bagi Allah, salawat dan salam disampaikan kepada Rasulullah.

Yang Mulia Bapak Ketua DPR RI, saudara-saudariku yang terhormat, Assalamualaikum WR.WB.

Izinkan saya untuk mengawali sambutan saya ini dengan menyampaikan penghargaan kami yang setinggi-tingginya kepada pemerintah dan rakyat Indonesia yang bersahabat, atas keberadaan saya bersama para hadirin sekalian.

Sesungguhnya kunjungan ke negara Yang Mulia kali ini yang diawali dengan kunjungan serupa yang dilakukan oleh saudara saya Yang Mulia Bapak Presiden ke Kerajaan Arab Saudi dan saling tukar menukar kunjungan antara para pejabat tinggi di kedua negara. Ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kerja sama di seluruh bidang yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua bangsa kita yang bersahabat.

Para hadirin sekalian,

Sesungguhnya tantangan yang kita hadapi khususnya bagi umat Islam dan dunia secara umum, seperti fenomena terorisme, benturan peradaban, (the clash of civilizations), tidak adanya penghormatan terhadap kedaulatan negara serta melakukan intervensi terhadap urusan dalam negerinya telah mengharuskan kita untuk menyatukan barisan dalam menghadapi tantangan ini serta melakukan koordinasi dalam melakukan berbagai upaya dan sikap yang dapat memberikan manfaat bagi kepentingan kita bersama serta keamanan dan perdamaian dunia.

Penutup, saya ingin menyampaikan apresiasi atas peran Dewan Yang Terhormat dalam meningkatkan hubungan antara kedua negara kita yang bersahabat di seluruh bidang, saya juga memberikan apresiasi atas penandatangan sejumlah kesepakatan dan MoU antara kedua negara dalam kunjungan kali ini.

Saya berdoaa kepada Allah SWT semoga senantiasa memberikan taufik dan ridho Nya kepada kita sekalian.”

Detik

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *