HomeBeritaM Sarmuji: Investasi Arab Saudi di Indonesia Masih Rendah

M Sarmuji: Investasi Arab Saudi di Indonesia Masih Rendah

raja-salman-bibantu-presiden-jokowi-tanam-pohon-ulin-di-istana_20170303_102434

JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR, M Sarmuji, mengatakan investasi Arab Saudi selama ini cenderung rendah. Pasalnya, pemerintah kita belum bisa meyakinkan peluang investasi yang dapat menarik perhatian pengusaha Arab Saudi.

Menurutnya, terkadang ketertarikan bukan karena apa yang secara obyektif menguntungkan. Tetapi Sarmuji menilai bagaimana cara mengomunikasikan dan faktor lain yang menyebabkan dekatnya hubungan.

“Indonesia sebenarnya punya modal untuk lebih dekat lagi dengan Saudi. Kedekatan sebagai sesama negara muslim, persamaan pandangan politik tentang Palestina, hubungan yang multikoneksi dan lain-lain,” kata Sarmuji di Kompleks DPR Senayan, Jumat (3/3/2017).

Salah satu sektor investasi yang strategis dikerjasamakan, kata Sarmuji, adalah sektor migas. Saudi penghasil minyak mentah terbesar dunia, dan Indonesia adalah negara net importir.

“Pembangunan kilang minyak merupakan salah satu peluang investasi bagi kedua negara,” ujar dia.

Di luar itu, peluang investasi lain yang layak ditawarkan adalah sektor pariwisata. Bila pengusaha Saudi menanamkan investasi di sektor ini, mereka akan lebih punya sensitivitas tentang selera dan apa yang menarik bagi orang kaya Timur Tengah. Dengan demikian akan menguntungkan bagi kedua negara.

“Pengusaha Saudi untung karena investasinya dan memiliki pasar yang jelas, Indonesia juga untung karena ada perluasan dan penguatan potensi pariwisata,” kata dia.

Lebih lanjut dikatakan politisi Golkar itu, jika kita bisa membangunkan rasa kebersamaan sebagai sesama muslim yang harus saling membantu, Saudi akan memberikan banyak hal yang kita mau. Namun demikian, bagaimanapun bisnis adalah bisnis, mereka juga berharap keuntungan dari apa yang ditanamkan di Inddonesia. Termasuk di dalamnya tentang infrastruktur.

“Jika kita bisa meyakinkan bahwa infrastruktur bagi Indonesia adalah kunci mensejahterakan rakyat yang sebagian besarnya adalah Muslim dan bagi mereka terdapat keuntungan, kemungkinan besar mereka akan tertarik membiayainya,” pungkas dia.

Tribunnews

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *