HomeBeritaDPR: Negara Tak Hadir Saat Kartel Mainkan Harga-harga Pangan

DPR: Negara Tak Hadir Saat Kartel Mainkan Harga-harga Pangan

JAKARTA  – Kalangan DPR menilai negara tidak hadir saat harga-harga pangan melambung, yang dilakukan oleh praktek kartel dan oligopoli untuk menguasai pasar. Indikatornya, ketidakberdayaan pemerintah menentukan harga-harga komoditas di lapangan.

Eka Sastra, anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar, menyatakan ketidakhadiran negara menyebabkan harga-harga pangan menjadi barang mainan pelaku oligopoli/kartel untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya

Menurut Eka Sastra kemunculan kartel/oligopoli akibat liberalisasi pasar pangan sebagai konsekuensi perjanjian Indonesia dengan Dana Moneter International (IMF) yang tertulis dalam Letter of Intend (LoI) pada 1999.

“Ketiadaan kelembagaan masyarakat egaliter yang demokratis, yang pada gilirannya menciptakan oligarki,” ujarnya dalam diskusi di Media Center DPR, Jakarta, Kamis (9/3).

Untuk mengantisipasi itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron menyarankan pemerintah melakukan sejumlah langkah terobosan.

Ia juga menyarankan ara pemerintah mulai memperkuat kewenangan Bulog dan Badan Pangan Nasional penentu tata niaga, menetapkan daerah-daerah sebagai penghasil komoditas sekaligus penyuplai wilayah sekitar, menentukan harga pasar, hingga perlindungan petani. “Insya Allah ketidakwarasan harga-harga pangan ulah pelaku curang bisa diminimalisir,” sebutnya.

Sedangkan bagi Masinton Pasaribu, kondisi memprihatinkan itu perlu dijawab dengan aturan hukum dengan sanksi terkeras dan maksimal. “Sekarang ini sanksi denda Rp 25milyar atau denda kurungan enam (6) bulan itu terbilang rendah, yang memunculkan efek ketidakjeraan pelaku kartel,” sarannya. (rinaldi/win)

Sumber: PosKotanews.com

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *