HomeGAGASAN ANGGOTAFirman Soebagyo Mempertanyakan Sikap Pemerintah Terhadap Rusaknya Terumbukarang di Raja Ampat

Firman Soebagyo Mempertanyakan Sikap Pemerintah Terhadap Rusaknya Terumbukarang di Raja Ampat

[PRESS RELEASE]

Sebagai Anggota Komisi IV DPR RI, Saya menyesalkan pernyataan Asisten Deputi Lingkungan dan kebencanaan maritim, Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman Sahat M Panggabean pada dialog yang diselenggarakan oleh TV ONE pada sabtu pagi (18/3) , yang seolah-olah terkesan menyederhanakan persoalan pelanggaran hukum yang terjadi akibat hancurnya terumbu karang di wilayah Raja Ampat oleh Kapal Pesiar MV Caledonian Sky, Apalagi disinyalir kapten kapal memiliki rekam jejak buruk dan kerap bermasalah di wilayah perairan Indonesia.

Peristiwa semacam ini tidak bisa dianggap remeh dan sesederhana itu, karena selain merupakan salah satu bentuk pelecehan terhadap kedaulatan negara sebab adanya aturan hukum yang dilanggar oleh MV Caledonian Sky, Masalah lingkungan acap kali menjadi sorotan dunia yang sering dilontarkan dunia kepada Indonesia yang selalu dituduh kurang peduli terhadap aspek lingkungan oleh NGO asing dan dunia Internasiomal

Oleh sebab itu, sangat disesalkan dengan adanya sikap seorang pejabat yang menyepelekan kerusakan lingkungan yang terjadi dan hanya diukur dengan pergantian asuransi yang hanya mempertimbangkan aspek ekonomi.

Pandangan seperti itu, seharusnya tidak patut disampaikan oleh seorang aparatur negara yang bertugas dan berkewajiban untuk melindungi kelestarian lingkungan hidup di wilayah Indonesia.

Dalam regulasi, jelas disebutkan jenis-jenis kapal dengan kedalaman tertentu yang dapat ijin berlayar, ternyata terumbu karang yang rusak itu berada di kedalaman 5 meter, artinya ini terdapat pelanggaran yang disengaja, mulai dari petugas syah bandar yang bertanggung jawab untuk mengijinkan kapal melintas hingga kapten kapal yang notabene sering melanggar peraturan diwilayah NKRI

Aturan hukum harus ditegakkan kepada siapapun juga untuk mengusut tuntas masalah tersebut, serta tidak boleh ada perbedaan antara Wni ataupun Wna yang bersalah

Saya meminta seluruh aparatur penegak hukum, Kepolisian RI dan aparatur terkait untuk segera melakukan tindakan tegas kepada petugas syah bandar yang dicurigai melakukan tindakan diluar prosedur, serta kepada kapten kapal dan pihak kapal Caledonian sky agar segera dilakukan penahan dan jangan sampai dilepaskan keluar dari wilayah perairan Indonesia.

Hukuman denda dan tanggung jawab pemulihan pasca rusaknya terumbu karang dan pengembalian kondisi lingkungan seperti semula harus dibebankan kepada pihak Caledonian Sky, karena disamping tidak akan ada yg mampu memulikan ciptaan Tuhan seperti aslinya, juga memerlukan waktu puluhan tahun dan biaya yang besar untuk proses perawatan terumbu karang.

Oleh karena itu proses hukum harus dijalankan secara transparan dan terbuka secara umum

Ada sedikit hal yang patut kita pertanyakan dengan terjadinya hal tersebut, mengapa penggiat lingkungan termasuk NGO asing bersikap acuh dan dingin dengan kasus rusaknya terumbu karang di Raja Ampat tidak seperti biasanya mereka sangat kritis terhadap setiap permasalahan lingkungan yang terjadi . Apakah ada unsur kesengajaan dengan adanya hal tersebut ?

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *