HomeBeritaIni Cara MKGR Tingkatkan Peran Perempuan Indonesia

Ini Cara MKGR Tingkatkan Peran Perempuan Indonesia

Hari Perempuan internasional dan Kartini bukan merupakan hari penting dalam kalender resmi lndonesia lantaran tidak tercatat sebagai hari peringatan baik hari libur maupun hari nasional. Namun hal tersebut tidak mengurangi semangat perempuan lndonesia untuk turut merayakannya.

Hal ini tampak dari semangat kader Gerakan Perempuan Ormas MKGR yang memiliki komitmen untuk aktif melakukan karya nyata memberdayakan perempuan lndonesia.

Ketua Umum Gerakan Perempuan Ormas MKGR, Hetifah Sjaifudian mengatakan bahwa secara simbolik, perayaan ini menegaskan tercapainya peningkatan peran kaum perempuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Sejatinya, momen ini merupakan tonggak asesmen penting akan capaian prestasi sosial, ekonomi, budaya dan politik perempuan di Indonesia” kata Hetifah dia di Jakarta, Selasa (4/4).

Sebagai bentuk nyata dalam memperingati Hari Perempuan Internasional dan menyambut Hari Kartini tahun ini, Gerakan Perempuan Ormas MKGR mengadakan kegiatan Talk Show 10 Inspiring Women.

“Kegiatan ini bermaksud memberikan pencerahan dan inspirasi baik kepada kader Gerakan Perempuan Ormas MKGR maupun para undangan melalui mekanisme perbincangan informal (sharing) dengan para narasumber (inspiring women) yang akan membagi pengalamannya secara langsung” jelas Hetifah.

Dijelaskannya, peran perempuan dalam pengambilan keputusan pada level kebijakan publik secara kuantitas masih dirasakan kurang, sementara proporsi jumlah perempuan lebih besar dari pria. Hal ini membawa konsekuensi, secara kuantitas perempuan lebih banyak “menikmati” produk dari kebijakan publik yang notabene lebih banyak dibuat oleh pria.

Tuntutan perebutan posisi perempuan dalam pengambilan kebijakan publik merupakan tuntutan yang wajar karena terbatasnya daya tawar perempuan sebagai sasaran kebijakan publik akan membawa implikasi pada produk kebijakan yang kurang ramah gender.

“Hal ini dapat dipahami mengingat mayoritas pembuat kebijakan adalah laki-laki yang relatif mengetahui kebutuhankebutuhan sesama jenisnya, namun sangat mungkin kurang peka akan kebutuhan lawan jenisnya. Disinilah awal munculnya segregasi antara pria dan perempuan yang mengakibatkan adanya ketidaksetaraan amara kedua jenis kelamin tersebut.” terang Hetifah.

Kegiatan Talk Show akan dibagi dalam dua sesi, pertama bertemakan “Perempuan dalam Kebijakan Publik”, sementara sesi kedua mengambil tema “Perempuan, Keluarga dan Anak”.

Sementara itu, Ketua DPR RI yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto dalam sambutannya mengatakan bahwa di era demokrasi seperti sekarang ini, perempuan diberikan hak yang sama dengan laki-laki. Hal itu termaktub dalam undang-undang yang mewajibkan partai mengusung minimal 30 persen kaum perempuan sebagai anggota DPR.

“Saya ingin kaum perempuan masuk ke DPR ini, tentu kita berikan kesempatan pada kaum perempuan ini sistem pemilihan umum atau sistem ke partaian yaitu 30 persen,” katanya.

Tapi kenyataannya, lanjut Novanto, kaum perempuan justru seperti kalah sebelum berperang. “Karena merasa minder, kalau saya lihat DPR ini sangat kecil dari total yang ada dan bupati walikota seluruh Indonesia hanya 5 persen,” imbuhnya.

Untuk itu, Setnov berharap dengan kegiatan gathering ini, perempuan Indonesia khususnya perempuan MKGR dapat memperoleh semangat lebih untuk lebih berani tampil.

“Oleh sebab itu jangan ragu-ragu untuk berkiprah untuk berpolitik. Bu Hetifah di Komisi II DPR sendiri mempuyai peran penting baik dari legislasi, budgeting maupun pengawasan,” tutup Novanto.

Selain Talk Show, kegiatan kali ini juga diisi dengan beragam acara lainnya, antara lain Fashion Show oleh 3 desainer yaitu Dian Pelangi. Tara Tami, dan Nita Seno Adji, penampilan band perempuan Taste Like Cherry dan Demo Make Up oleh Poppy Dharsono Cosmetics.

RMOL

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *