HomeGAGASAN ANGGOTAPeringati Hari Perempuan Internasional dan Hari Kartini 2017, GePe MKGR Gelar “Women’s Gathering”

Peringati Hari Perempuan Internasional dan Hari Kartini 2017, GePe MKGR Gelar “Women’s Gathering”

Jakarta – Hari Perempuan Internasional dan Hari Kartini bukan merupakan hari penting dalam kalender resmi Negara Indonesia, tidak tercatat sebagai hari peringatan baik hari libur maupun hari nasional. Namun hal tersebut tidak mengurangi semangat perempuan Indonesia untuk turut merayakannya.

Hal ini tampak dari semangat kader Gerakan Perempuan (GePe) Ormas MKGR yang memiliki komitmen untuk aktif melakukan karya nyata memberdayakan perempuan Indonesia.

Seperti yang diutarakan Hetifah Sjaifudian, selaku Ketua Umum GePe bahwa secara simbolik, perayaan ini menegaskan tercapainya peningkatan peran kaum perempuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Sejatinya, momen ini merupakan tonggak asesmen penting akan capaian prestasi sosial, ekonomi, budaya dan politik perempuan di Indonesia.” kata Hetifah.

Hetifah juga menambahkan sebagai bentuk nyata dalam memperingati Hari Perempuan Internasional dan menyambut Hari Kartini tahun ini, GePe MKGR mengadakan Talk Show 10 Inspiring Women.

 “Kegiatan ini bermaksud memberikan pencerahan dan inspirasi kepada kader Gerakan Perempuan MKGR dan para undangan melalui mekanisme perbincangan informal (sharing) dengan para narasumber (inspiring women) yang akan langsung membagi pengalamannya” tambah Hetifah.

Adapun dalam Talkshow akan dibagi dua sesi, pertama bertemakan “Perempuan dalam Kebijakan Publik”, sementara sesi kedua mengambil tema “Perempuan, Keluarga dan Anak”.

Hetifah menjelaskan bahwa kami menyadari bahwa peran perempuan dalam pengambilan keputusan pada level kebijakan publik secara kuantitas masih dirasakan kurang, sementara proporsi jumlah perempuan lebih besar dari pria. Hal ini membawa konsekuensi, bahwa secara kuantitas perempuan lebih banyak “menikmati” produk dari kebijakan publik yang notabene lebih banyak dibuat oleh pria. Tuntutan perebutan posisi perempuan dalam pengambilan kebijakan publik merupakan tuntutan yang wajar karena terbatasnya daya tawar perempuan sebagai sasaran kebijakan publik akan membawa implikasi pada produk kebijakan yang kurang ramah gender.

“Hal ini dapat dipahami mengingat mayoritas pembuat kebijakan adalah laki-laki yang relatif mengetahui kebutuhan-kebutuhan sesama jenisnya, namun sangat mungkin kurang peka akan kebutuhan lawan jenisnya. Disinilah awal munculnya segregasi antara pria dan perempuan yang mengakibatkan adanya ketidaksetaraan antara kedua jenis kelamin tersebut.” terang Hertifah.

Dalam konteks perempuan dan keluarga, tidaklah berlebihan untuk menyatakan perempuan memegang peranan yang vital, perempuan sebagai ibu, perempuan sebagai istri, perempuan sebagai pendidik anak yang pertama dan utama. Perubahan zaman sekalipun tidak dapat menafikan peranan perempuan dalam keluarga. Menjadi ibu merupakan peranan yang tidak tergantikan dan tidak ternilai.

“Keluarga sebagai lembaga sosial paling awal dan dikenal dekat dengan anak memiliki pengaruh dominan dalam pendidikan dan proses pembentukan pribadi anak. Terkait dengan hal ini, perempuan dituntut untuk dapat memainkan beragam peranannya dengan sebaik mungkin.” ujar Hetifah.

Selain itu, Christina Ariyani selaku ketua penyelenggara menjelaskan bahwa dalam kegiatan ini tidak hanya Talk Show tetapi akan ada kegiatan lain.

“Acara juga akan diisi oleh peragaan Fashion Show Designer Indonesia seperti Dian Pelangi, Tara Tami, dan Nita Seno Adji, Penampilan band Taste Like Cherry Female, dan Demo Make Up oleh Poppy Dharsono Cosmetics.” tutup Christina.

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *