HomeBeritaFirman Soebagyo: Perlunya Menata Kembali Pemahaman Nasionalisme Kedaulatan Kita

Firman Soebagyo: Perlunya Menata Kembali Pemahaman Nasionalisme Kedaulatan Kita

JAKARTA – Sekretaris Dewan Pakar DPP Partai Golkar Firman Soebagyo menilai bahwa perlunya menata kembali pemahaman nasionalisme Indonesia yang berdaulat.

Menurut Firman, akhir-akhir nasionalisme Indonesia yang berdaulat sering diuji dan dari situ makin banyak warga negara yang belum melaksanakan tugas dan kewajibanya sebagai warga negara Indonesia yang benar.

“Penting kami ingatkan kembali kepada​ kita semua bahwa founding father kita telah membangun fondasi yang kuat dan kokoh berdasarkan UUD 1945, dan Pancasila sebagai idiologi negara,” kata Firman, di Jakarta, Sabtu (9/4/2017) kemarin.

Yang disayangkan oleh Wakil Ketua Baleg itu, sejak Indonesia merdeka 1945 bangsa besar ini tidak semakin kokoh memperkuat jati diri sebagai bangsa. Malah justru semakin keropos dan semakin menjauh dari ideologi bangsa tersebut.

“Apakah ini sebuah akibat dan konsekwensi dari globalisasi politik dan ekonomi, atau kegagalan dan tidak fahamnya anak bangsa ini sebagai warga negara?!,” ujar anggota Komisi IV DPR ini prihatin.

Keprihtinan ini Firman sampaikan, selama setelah 3 periode menjabat sebagai wakil rakyat di DPR Senayan, di tiga masa yaitu rezim orde baru, rezim reformasi dan rezim pasca reformasi.

Firman melihat, banyak pejabat negara yang melabeli diri sebagai representasi rakyatnya. Namun, mereka terjebak dalam kebijakan yang​ hanya berorentasi pada kepentingan ekonomi semata dan untuk asing.

Ketua Umum Ikatan Keluarga Kabupaten Pati (IKKP) ini mengutip UUD RI 1945 pasal 28c ayat 1 yg berbunyi “Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapatkan pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan tehnologi, seni budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.

“Kemudian yang timbul dalam benak pikiran dan menghantui saya sebagai pejabat penyelenggara negara “Apakah kita sudah merdeka? Apakah kita sudah tidak dijajah?,” tanyanya.

“Kalau dijajah secara fisik memang tidak kalau kalau merdeka secara legal formal kita sudah merdeka . Tetapi​ kalu kita melihat kasat mata dari​ perkonomian apakah kita sdh merdeka?! Jawabanya tegas “belum” ini sangat kita rasakan.”

Ia juga mengutip pesa Bung Karno bahwa “Perjuaanganku adalah lebih mudah dari perjuanganmu, karena perjuanganku hanya​ melawan pejajah, dan perjuanganmu adalah melawan bangsamu sendiri.”

“Kalau kita sadari dan kita renungkan ini benar adanya dan saat inilah bangsa Indonesia dihadapkan kepada​ fakta dan sebuah kenyataan dari kata mutiara Bung Karno tersebut?!”

Oleh karena itu, lanjut Firman, sebagai bsngsa harus berani melangkah untuk menegakkan kedaulatan bangsa ini. Kita harus berani melangkah dengan benar untuk membuat regulasi yang berpihak kepada​ kepentingan masyarakat, bukan pro asing.

“Dan kita harus berani melawan kegiatan kelompok masyarakat yang melakukan pembodohan dan pemiskinan kepada​ sekolompok masyarakat lainnya,” pinta alumni UGM dan Unpad ini.

lintasparlemen

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *