HomeBeritaBambang Soesatyo Minta Densus 88 Lengkapi Informasi Sebelum Lakukan Penangkapan

Bambang Soesatyo Minta Densus 88 Lengkapi Informasi Sebelum Lakukan Penangkapan

JAKARTA – Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo berharap adanya penyaringan informasi secara lengkap oleh kepolisian termasuk Densus 88 terhadap setiap warga negara Indonesia yang dideportasi karena diduga terafiliasi gerakan ISIS di Syuriah.

Hal ini menyikapi adanya peristiwa anggota Densus 88 Mabes Polri dibantu petugas imigrasi yang mengamankan anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Muhammad Nadir Umar ketika turun dari pesawat di Bandara Internasional Juanda Surabaya pada 8 April 2017.

“Ke depan informasi ini sebaiknya betul-betul disaring, sehingga tak membuat kegegeran baru,” kata Bambang di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin 10 April 2017.

Dengan menerima informasi yang lengkap, lanjut Bambang dapat menghindari penangkapan yang bisa menimbulkan multitafsir seperti Nadir yang merupakan anggota sebuah parpol.

“Apalagi dia anggota parpol yang bisa jadi missleading,” jelas Bambang.

Komisi III akan ikut mendalami masalah ini dengan menanyakannya langsung ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR pekan mendatang.

“Minggu depan kita akan tanya Kapolri, jelaskan apa yang sebetulnya terjadi terhadap anggota PKS ini yang disuruh keluar dari Turki, karena diduga terkait ISIS atau hal-hal lain,” kata Bambang.

Sebelumnya setelah Densus 88 dan BNPT melakukan pemeriksaan, akhirnya Nadir dilepas karena tidak terbukti terlibat jaringan ISIS maupun kelompok radikal lainnya.

Namun, pria asal Pasuruan itu tetap dianggap melakukan kesalahan pelanggaran imigrasi di daerah Turki. Sebab masuk pada zona merah atau daerah terlarang. Kemudian MNU dideportasi dari Turki via Malaysia di Bandara Juanda Surabaya.

Hasil interogasi untuk WNI tersebut masuk ke wilayah Suriah dengan menggunakan cover relawan misi kemanusiaan, yang merupakan relawan dari Yayasan Qouri Umah. Rencana dana yang disalurkan oleh yayasan ini sebesar 20.000 US$ yang akan didonasikan kepada para pengungsi di Turki dan Lebanon.

okozone

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *