HomeBeritaBaleg DPR Kunjungi AS untuk Mencari Masukan Terhadap RUU Karantina

Baleg DPR Kunjungi AS untuk Mencari Masukan Terhadap RUU Karantina

Atlanta, Amerika Serikat – Wakil Ketua Baleg DPR Firman Soebagyo mengatakan, penggabungan sejumlah badan karantina menjadi Badan Karantina Nasional seperti di negara maju Amerika, Australia dan Jepang akan jauh lebih efektif dibandingkan terpisah masing-masing.

Hal itu disampaikan Firman saat memimpin delegasi kunjungan “Diplomasi Parlemen” ke Atlanta, Amerika Serikat dalam rangka mencari masukan terhadap pembahasan dua Rancangan Undang-undang (RUU) Karantina yakni karantina kesehatan yang menjadi inisiatif pemerintah dan RUU Karantina hewan, ikan dan tumbuh-tumbuhan yang menjadi inisatif DPR.

“Hal itu menjadi penting dan strategis karena dalam pembahasan RUU tersebut ada gagasan besar untuk menggabungkan karantina yang ada dalam sebuah karantina nasional agak lebih efektif dan efesian,” kata Firman dalam ketetangan yang disampaikan pada Senin (1/4).

Firman yang juga Sekretaris Dewan Pakar DPP Partai Golkar menyampaikan, Baleg DPR banyak menyerap pengalaman terkait karantina selama kunjungannya ke Atalanta. Khususnya saat Edward N Rouse, CEM Divicion Deputy Director CDC (Centre for Desease Control And Prevention) menerima delegasi kunjungan Baleg yang diikuti 18 anggota dari 10 fraksi. “Konsep dan implemetasi karantina di negara maju seperti di Amerika, Australia dan Jepang merupakan sebuah pertahanan negara,” kata Firman.

Dari kunjungan ini, kata dia, muncul keprihatinan bahwa karantina di Indonesia masih jauh dari yang diharapkan. “Belum seperti di negara maju bahwa konsep lembaga karantina sebagai pertahanan negara, bukan lagi bersifat eksekutor,” sambungnya.

Dia juga mengatakan, karantina nasional di negara maju berfungsi sebagai langkah preventif. “Kalau di kita, baru bertindak kalau ada musibah. Padahal yang harusnya lebih dikedepankan tindakan antisipasif,” kata dia.

Sekjen Soksi ini mengungkapkan, Badan Karantina di Atlanta juga menerima pengaduan dan menerima pertanyan dari berbagai negara dengan data akurat.

Beritasatu

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *