HomeBeritaKetua DPR Minta RUU Terorisme Segera Dirampungkan

Ketua DPR Minta RUU Terorisme Segera Dirampungkan

JAKARTA – Ketua DPR RI Setya Novanto mendorong lembaganya segera merampungkan RUU Terorisme di masa sidang yang akan datang. Menurutnya, melalui UU yang baru dan “update”, mampu merespons pola-pola non-konvensional yang dilakukan oleh mereka yang terlibat dalam aksi teror.

”Melalui UU ini pula kita mampu menutupi berbagai celah yang bisa dimanfaatkan oleh para teroris,” ujar Novanto, Jumat (11/8).

Terkait kembaki ditangkapnya terduga terorisme oleh Satuan Densus 88, Novanto mengaku terkejut. Mengingat Terduga menempati sebuah rumah di daerah perumahan yang berlokasi di Tangerang Selatan. Tidak tanggung-tanggung, kabarnya rumah tersebut disewa dengan harga 35 juta setahun.

Novanto menyebut, ini menujukkan bahwa sel-sel teroris memang telah menyentuh semua level masyarakat. Tidak hanya kalangan biasa, namun juga kalangan menemgah hingga  atas. ”Teroris bukan hanya sekedar persoalan ekonomi, tapi juga persoalan ideologi,” kata Novanto.

Dia mengapresiasi aksi sigap aparat keamanan yang menunaikan tugasnya dengan responsif. Aparat seolah tidak pernah tidur dan selalu bersiaga 24 jam untuk menjaga keamanan dan kenyamanan Rakyat Indonesia. Meski begitu, dia tetap berharap berbagai kebijakan yang sifatnya preventif dan terfokus pada tindakan pencegahan harus gencar dilakukan.

Penangkapan terduga teroris, sepatutnya membuat semua pihak sadar bahwa terorisme bukan semata persoalan pidana dan ekonomi semata, namun juga cara pandang, paradigma dan ideologi dalam memandang fenomena sosial-kemasyarakatan.

Karena itu, Novanto meminta kepada seluruh pemangku kebijakan, khususnya DPR dan Pemerintah untuk menggalakkan aksi-aksi pencegahan. Kita tidak lagi bisa menunggu kejadian teror berlangsung di depan mata, lalu ditindak.

”Kita perlu menggalakkan kinerja lembaga-lembaga sosial masyarakat maupun lembaga yang berada di bawah naungan pemerintah untuk gencar melakukan program-program deradikalisasi,” katanya.

Novanto memperoleh informasi pihak kepolisian, terduga teroris ini merupakan salah satu penyandang dana. Dengan demikian, sudah pada tempatnya untuk mendukung aktivitas seluruh instrumen negara dalam melihat tindak-tanduk pelaku teror, baik terhadap jaringan ideologi yang tersalurkan melalui media sosial.

”Media komunikasi teknologi informasi (TI), hingga lalu lintas dana yang mengalir kepada pihak-pihak yang ditengarai dimanfaatkan untuk mendukung aksi terorisme,” kata Novanto.

Suaramerdeka

Comments

comments

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *