Anggota DPR RI dari Dapil Sulawesi Utara, Jerry Sambuaga, masuk daftar caleg yang tidak terlalu diperhitungkan tapi bisa tampil mengejutkan.

Kabargolkar – Peta persaingan menuju kursi DPR RI ketat. Nama-nama besar di usung partai politik. Pertarungan menuju Senayan pun akan diramaikan dengan kehadiran para figur ‘kuda hitam’.

Tidak terlalu terlalu diperhitungkan tapi bisa tampil dengan hasil mengejutkan.

Berikut daftar figur ‘kuda hitam’ yang disusun tribunmanado.co.id.

1. Jefry Wurangian – PDIP

Jefry Wurangian, saat ini menjabat sebagai Komisaris BRI. Awalnya, Mantan Direktur Utama Bank Sulut ini berkembang namanya di Nasdem. Namun belakangan, saat PDIP mengajukan nama ke KPU, Jefry merupakan satu di antaranya. Ia ada di nomor urut terakhir, bersama jago-jago PDIP lainya.

Untuk menuju Senayan, Jefry harus menghadapi 2 mantan Kepala Daerah, yakni Herson Mayulu dan Jantje Sajouw, kemudian 2 Incumbent Senayan yaitu Banda Sarundajang dan Djenri Keintjem, dan terakhir caleg utama PDIP Adriana Dondokambey yang juga kakak kandung Olly Dondokambey Gubernur Sulut.

Lama berkecimpung di dunia perbankan Jerfy sudah punya jaringan, apalagi saat ini ia menjabat komisaris salah satu BUMN perbankan terbesar punya jaringan luas

2. Jerry Sambuaga – Golkar

Figur muda yang satu ini diusung Partai Golkar untuk ke DPR RI. Pria yang bergelar doktor ini pada pileg 2009 lalu finishing di urutan ke 2 di bawah Aditya Moha Siahaan.

Kini kompatriotnya itu tak lagi nyaleg, kembali membuka peluangnya untuk terpilih.

Meski begitu, Jerry harus bersaing dengan nama besar lain yang tak bisa dipandang sebelah mata di daftar caleg Golkar.

Ada Mantan Wali Kota Kotamobagu Djelantik Mokodompit, Tokoh GMIM Marhany Pua, istri Bupati Sangihe Hermin Katamsi, terakhir Adrian Paruntu yang dapat sokongan penuh Bupati Minsel Tetty Paruntu.

3. James Karinda – Demokrat

James Karinda merupakan kader muda partai Demokrat. Karir politik James cukup gemilang, ia terus merangsek naik di setiap tingkatan pileg. Berawal dari Anggota DPRD Manado dari PDIP, kemudian menang di Pileg DPRD Sulut dari Partai Demokrat, kini pria berlatar belakang pengacara ini menjajal persaingan sengit di DPR RI.

Namun, sebelum mewujudkan mimpinya, James harus menghadapi figur yang punya nama besar di dunia politik yakni E E Mangindaan, Mantan Menteri Presiden SBY dan Mantan Gubernur Sulut yang kini menjabat Wakil Ketua MPR.

Dari perhelatan pileg sebelum-sebelumnya, Lape sapaan Akrab EE Mangidaan merupakan langganan penghuni Senayan. 1 Kursi Demokrat dari dapil Sulut selalu berhasil ia amankan.

4. Henrik Kawilarang Luntungan – Perindo

HKL demikian nama jargon Henrik untuk maju di DPR RI. Nama ini sudah ia gunakan saat maju di Pileg 2014 lewat partai Hanura meski perjuangannya kandas.

Pileg 2019 nanti, HKL kini maju dari Perindo. Ia merupakan caleg nomor urut 1. HKL sebenarnya 2014 lalu ketika masih di Hanura meraih suara cukup signifikan, mencapai 75 ribu. Namun perolehannya masih kalah dari partai Gerindra yang berhasil merebut kursi ke 6 DPR RI.

5. Benny Rhamdani – Hanura

Saat ini Brani, jargon akrab Benny duduk di DPD RI. Di pemilihan senator 2014 lalu, Brani menempati urutan ke 4 peraih suara terbanyak pemilihan senator

Brani tidak diperhitungkan ketika itu bisa meraih kursi senator, apalagi Brani ketika itu hengkang dari PDIP. Ia berhasil menjadi ‘kuda hitam’ menjungkalkan semua anggapan dan prediksi.

Ia pernah menjabat Anggota DPRD Sulut dari PDIP, tapi memilih mundur. Dan aktif di GP Anshor.

Setelah duduk di DPD RI, Brani dekat dengan Osman Sapta Odang Ketua DPD RI, sama-sama berkiprah di Partai Hanura. Brani memilih maju ke DPR RI diusung Hanura. Punya basis massa, Brani tetap berstatus kuda hitam di tengah para caleg unggulan

6. Felly Runtuwene – Nasdem

Wanita cantik yang ini menjabat Anggota DPRD Sulut. Ia mengawali karir dari Partai Damai Sejahtera, kemudian beralih ke Nasdem. Sudah dua periode ini, Legislator yang terken kritis ini memenangkan kursi di DPRD Sulut dari dapil Minsel Mitra.

Di DPR RI, sejak Nasdem berdiri, belum bisa berbuat banyak memenangkan Pertarungan ke Senayan dari Dapil Sulut.

6 Kursi DPR RI sudah langganan PDIP, Golkar dan PAN. Tahun 2014 lalu Gerindra berhasil menyodok meraih 1 kursi.

Namun Nasdem kali ini punya modal untuk menjadi ‘kuda hitam’ lewat figurnya Felly Runtuwene.

Nasdem berhasil membangun kekuatan yang dulu tak mereka miliki yakni dukungan Kepala Daerah. Nasdem saat ini memiliki dukungan Wali Kota Bitung Maximilian Lomban yang juga Ketua DPW Nasdem Sulut.

Vonny Panambunan, Bupati Minut yang baru saja hijrah ke Nasdem dari Gerindra.

Lalu terakhir, Elly Lasut, Bupati Talaud Terpilih yang di Pilkada 2018 ini diusung Nasdem.

Taufik Tumbelaka, Pengamat Politik Sulut menilai memang tidak mudah karena persaingan mendapatkan kursi di Senayan sangat ketat.

Untuk duduk di DPR RI Jumlahehan suara sangat banyak, di atas 100 ribu.

Ia mencontohkan PDIP yang memperoleh 2 kursi di pileg 2014 lalu memperoleh suara 420 ribu.

Makanya untuk mendongkrak perolehan suara, figur yang diusung adalah figur yang punya popularitas tinggi.

Namun di setiap perhelatan pasti diramaikan oleh figur ‘kuda hitam’, tak terlalu diperhitungkan tapi tetap berpeluang memberi kejutan

“Untuk menang calon musti berupaya menaikan popularitasnya setinggi mungkin agar mendapat perhatian luas dari masyarakat,” kata dia.

Figur kuda hitam untuk itu harus membangun strategi khusus seperti secepatnya melakukan pengenalan diri di berbagai platform media, kehadiran dalam berbagai kesempatan, sampai menggunakan mesin politik parpol sebagai “corong” publikasi diri.

“Para calon akan menghadapi persaingan antar sesama calon berbeda parpol dan juga sesama parpol,” kata dia.[Tribunmanado]

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *