Breaking News :

Legislator Muda Indonesia, Dyah Roro Esti Berkiprah di KTT COP 26 Glasgow

Diantara para pemimpin dunia, Anggota Komisi VII DPR RI, Dyah Roro Esti turut menghadiri UNFCCC COP 26 di Glasgow.

UNFCCC adalah Konvensi internasional dalam isu lingkungan untuk mendukung respons global terhadap ancaman perubahan iklim, juga merupakan nama dari sekretariat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertugas menjalankan konvensi ini. Kerangka Konvensi UNFCCC membentuk badan pengambilan keputusan tertinggi yaitu Pertemuan Para Pihak (Conference of the Parties, COP) untuk mencapai tujuannya. COP berperan dalam mengkaji, memantau pelaksanaan Konvensi dan kewajiban para Negara Pihak. Pertemuan Para Pihak juga mempromosikan dan memfasilitasi pertukaran informasi, membuat rekomendasi kepada Para Pihak, dan mendirikan badan badan pendukung jika dipandang perlu.

Dalam presentasinya pada forum tersebut, Roro Esti memaparkan mengenai progress pencapaian Nationally Determined Contributions (NDC) negara Indonesia dengan komitmen penurunan emisi karbon sebesar 29% dan 41% dengan bantuan internasional. Terkhusus pada sektor energi dan industri, sesuai komisinya di DPR, dimana terdapat beberapa upaya dalam merealisasikan transisi energi. Dirinya menyampaikan bahwa dinamika regulasi Indonesia kini tengah mengarah dan terus dibentuk untuk menanggulangi permasalahan dalam perubahan iklim dan lingkungan, di mana DPR RI saat ini di tengah membahas mengenai RUU EBT.

Roro Esti menyampaikan penerapan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia menunjukkan kemajuan dengan peningkatan pemanfaatannya sebanyak 4% per tahun. Meski demikian, Kader Muda Partai Golkar menyatakan pemanfaatan ini masih harus ditingkatkan mengingat baru 2,5% dari total potensi EBT di Indonesia telah terealisasikan, yang kini tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Perlu ekosistem yang mendukung, mulai dengan pemberian insentif hingga mekanisme harga agar energi terbarukan mampu berdaya saing pada market energi.

Alumni Imperial College London ini kembali menggarisbawahi pentingnya political will dimana kini pemanfaatan EBT ini didorong sangat kuat di Komisi VII DPR RI, selaku komisi yang membidangi energi, riset dan peindustrian.

Beberapa pertanyaan telah di lontarkan dari Anggota Parlemen hingga partisipan dari berbagai negara seperti Sudan, Saudi Arabia dan Inggris yang mengangkat dua tema besar yaitu keterlibatan para stakeholder dalam membahas langkah mitigasi perubahan iklim pada G20 Summit yang akan di selenggarakan di Indonesia tahun depan hingga bagaimana transisi energi dapat di lakukan tanpa menghalangi pertumbuhan ekonomi bangsa.

Roro Esti menyampaikan bahwa Presiden Jokowi telah menunjuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto untuk memimpin Sherpa Track G20 di mana KTT G20 tahun 2022 akan mengangkat tema “Recover Together, Recover Stronger” dan membahas isu-isu yang berkaitan dengan: energi, pembangunan, pariwisata, pendidikan, industri, lingkungan hingga perubahan iklim. Pengendalian perubahan iklim akan menjadi topik inti, dengan harapan pada kegiatan tersebut aka ada kemajuan para negara dalam merealisasikan NDCs masing-masing.

Aksi iklim di Indonesia juga di nobatkan akan menguntungkan perekonomian negara. Komisiaris Low Carbon Development Indonesia (LCDI) ini turut menyampaikan bahwa implementasi dari net zero emissions di mulai dengan pemulihan hijau dari covid-19 dapat mempercepat pertumbuhan, meningkatkan pendapatan, menciptakan lapangan pekerjaan, dan membuat ekonomi Indonesia lebih kompetitif dan tangguh. Pembangunan hijau juga di nobatkan mampu meningkatkan lapangan pekerjaan sebesar 1,8 – 2,2 juta pekerjaan baru pada tahun 2030.

Roro Esti turut mengajak semua pihak untuk bersama sama ber-gotong royong dalam mendukung langkah langkah ini melalui perannya masing-masing demi terwujudnya masa depan yang berkelanjutan.

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Kubu Raya gelar Pilkades serentak dengan prokes ketat

Read Next

Presiden: Indonesia harus transisi ke energi listrik