Breaking News :

Menkes Tolak Pembahasan RUU POM, Anggota Dewi Asmara: Dagelan Srimulat Saja

JAKARTA –  Komisi IX DPR RI menggelar Rapat Kerja dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Kompleks Parlemen, Senayan, membahas RUU tentang Pengawasan Obat dan Makanan. Dalam raker tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR Emmanuel Melkiades Laka Lena.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa pemerintah menolak pembahasan Daftar Inventaris Masalah (DIM) Rancangan Undang-Undang Pengawasan Obat dan Makanan (RUU POM). Menurutnya, substansi yang ada di RUU POM secara keseluruhan telah tertuang di regulasi lain, seperti UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja yang disusun dengan metode Omnibus, dan peraturan pelaksanaannya.

Anggota Komisi IX DPR Dewi Asmara memberikan pernyataan keras perihal tersebut. Disampaikan olehnya bahwa pemerintah seperti bercanda dengan pembahasan RUU POM ini.

Bagaimana tidak, dikatakan oleh Dewi, 793 DIM yang dihapus itu termasuk dikatakan dalam menimbang bahwa kesehatan merupakan sesuatu yang penting. Bahkan, lanjutnya, sampai kata-kata ‘juga dengan persetujuan bersama, memutuskan menetapkan UU POM’, semuanya dihapus.

“Jadi, maksudnya apa? Dagelan srimulat saja. Bercanda saja. Ya, enteng-enteng saja Pak Menteri dan seluruh jajaran pemerintah. Nah, sebaliknya, mau dibahas di Panja, apa yang mau dibahas? Kertas kosong?” kata Dewi.

“Nyawa atau ruh daripada RUU ini kan dibuat dengan pertimbangan khusus, juga disahkan dengan pembahasan khusus. Belum dibahas saja sudah dihapus. Jadi sebenarnya, kalau menurut hemat saja, ya, jujur saja kalau cuma asal DIM, mau begini, terlampau naif, pura-pura enggak tahu, apa memang sengaja saja?” tegasnya.

“Kalau enggak ada niat bahas, kan sudah bolak balik saya sampaikan batalkan saja. Masyarakat perlu tahu 793 DIM dihapus, pertimbangan DPR kenapa UU ini dibutuhkan pun dihapus,” tambahnya.

Di kesempatan itu juga Dewi menyentil Menkes.”Kalau cuma formalitas, mending datang ke sini (Raker bersama DPR RI) serahkan kertas kosong saja, sehingga rakyat bisa melihat. Kita fair-fairan saja di sini,” pungkasnya.

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Komisi II DPR RI Sepakat Bentuk Panja 26 RUU Kabupaten/Kota

Read Next

Dyah Roro Esti Harap Pembangunan PLTS Tingkatkan Rasio Elektrifikasi di Wilayah Sekitar IKN