Breaking News :

Penghargaan untuk Caleg, Tradisi Baru Golkar yang Dirintis Airlangga

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto berharap, acara Malam Penghargaan Partai Golkar untuk calon legislator (caleg) menjadi tradisi baru yang akan berlanjut di masa mendatang.

Kegiatan yang baru pertama kali digelar Partai Golkar tersebut sekaligus menjadi ajang pisah sambut legislator periode 2014-2019 dengan caleg terpilih periode 2019-2024.

“Acara ini terinspirasi Bakrie Award. Semoga bisa dilanjutkan dan menjadi tradisi baru Partai Golkar,” kata Airlangga saat berpidato pada Malam Penghargaan Partai Golkar di Ballroom Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Minggu (15/9/2019).

Menurut dia, sebagian caleg terpilih merupakan anggota DPR RI. Namun demikian, sebagian lagi adalah pendatang baru dengan usia yang relatif muda.

“Dari 10 caleg terpilih termuda yang masuk ke DPR RI dengan rentang usia 23-26 tahun, jumlah terbanyak dari Partai Golkar,” tutur dia.

Adapun tiga caleg termuda dari Partai Golkar, yakni Roro Esty, Putri Komaruddin, dan Adrian Paruntu.

Selain itu, jumlah perempuan yang melaju ke Senayan dari Partai Golkar meningkat dari 17 menjadi 19 orang.

Golkar pun memiliki dua kader yang mampu meraup suara di atas 200.000, yakni Dedi Mulyadi dari daerah pemilihan (dapil) Jabar VII dan Hasan Basri Agus dari dapil Jambi.

“Kehadiran mereka membuktikan Partai Golkar memiliki kaderisasi yang baik dibanding partai lain,” ujar Airlangga.

Selain perwakilan caleg, Airlangga memberi pula sertifikat dan medali untuk Wakil Koordinator Bidang Pratama Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet).

Bamsoet yang juga Ketua DPR RI ini berniat maju sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar periode mendatang.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memberikan penghargaan kepada Wakil Koordinator Bidang Pratama Golkar Bambang Soesatyo di acara Malam Penghargaan Partai Golkar, di Ballroom Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Minggu (15/9/2018) malam.

Seperti diketahui hasil pemilu legislatif (pileg) 2019 mendapati Partai Golkar di posisi kedua teratas.

Padahal, sebelum berlangsungnya pileg dinamika internal Golkar kurang kondusif. Capaian positif Golkar tak lepas dari kepemimpinan Airlangga.

Meski baru memimpin Partai Golkar dalam waktu sekitar 14 bulan menjelang pemilu 2019 digelar, ia berhasil melakukan rekonsiliasi dan konsolidasi partai dalam kurun waktu relatif singkat dan membuahkan 85 kursi DPR RI.

“Harus kami akui, jelang 2019, posisi atau kondisi Golkar tidak ideal. Saya baru memimpin Januari 2018. Kondisi partai seperti kapal yang baru menempuh badai yang besar,” katanya.

Oleh karena itu, Airlangga selaku Ketua Umum Partai Golkar menyampaikan penghargaan kepada seluruh caleg yang tercatat 575 orang.

Lebih lanjut, ia mengatakan, Golkar tidak boleh melupakan kerja keras para caleg yang belum terpilih. Bahkan, Golkar juga akan menyampaikan penghargaan kepada para caleg DPRD pada akhir Oktober mendatang.

“Semoga pada pileg yang akan datang, lebih banyak yang terpilih, sehingga Partai Golkar akan mendapat kemuliaan,” kata Airlangga.

Sepanjang masa reformasi, imbuh dia, Partai Golkar tidak pernah terlempar dari dua besar perolehan suara pemilu legislatif. Berangkat dari situ, Airlangga bertekad untuk menggenjot perolehan suara Golkar pada pemilu 5 tahun mendatang.

“Kami bertekad pada 2024 akan mengukir prestasi yang lebih cemerlang lagi,” ujarnya.

Demi meraup suara yang lebih signifikan di masa mendatang, Golkar akan membuat sekolah politik yang dinamai Golkar Academy.

Adapun sekolah partai tersebut akan disokong para politisi senior yang tangguh dan berpengalaman.

Tantangan Revolusi Industri 4.0

Airlangga menegaskan, bangsa Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan besar yakni Revolusi Industri 4.0.

Ia mengimbau para politisi Golkar agar mau dan mampu memahami karakter industri 4.0 yang jauh berbeda dibanding revolusi sebelumnya.

“Kunci Industri 4.0 adalah adanya data, artificial intelligent, big data,” ujar dia.

Oleh karena itu, Partai Golkar mesti siap dengan big data dan mengelolanya untuk kepentingan yang lebih besar.

Sebagai informasi, Golkar telah memiliki aplikasi Saksiku yang digunakan saat pemilu legislatif 2019. Pengembangan aplikasi ini, bakal berguna untuk kepentingan partai di masa depan.

“Partai Golkar juga partai pertama yang menerapkan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dalam kampanye. Ini bisa dikembangkan terus menerus,” kata dia.

Agenda politik terdekat

Airlangga menjelaskan, Golkar mesti memperjuangkan posisi dalam penentuan pimpinan DPR RI, MPR RI, dan kabinet. Penentuan posisi-posisi penting itu akan berlangsung Oktober mendatang.

Selain itu, Munas Partai Golkar akan digelar akhir 2019. Untuk itu, ia menegaskan, persatuan Partai Golkar mesti diutamakan para pihak yang berkompetisi dalam memperebutkan jabatan Ketua Umum Partai Beringin.

“Munas Golkar harus dijadikan momentum persatuan Partai Golkar. Jangan sampai pihak lain bertepuk tangan bila Golkar terpecah belah,” papar dia.

Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie, mengatakan seluruh kader dan pengurus Partai Golkar harus menjaga persatuan.

“Jangan menohok kawan sendiri, jangan menggunting dalam lipatan. Itu saya kira tetap berlaku sampai sekarang,” ucap dia.

Selain itu, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tandjung, menegaskan Golkar pernah meraih lebih dari 100 kursi DPR RI pada pemilu 2004. Sayangnya, prestasi itu tak dapat dipertahankan, begitu juga pada pemilu 2019.

Namun demikian, ia mengapresiasi kinerja Airlangga Hartarto yang menempatkan Golkar pada posisi kedua pada pemilu legislatif 2019 lalu.

Kompas

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Dialog Apresiasi untuk Caleg Golkar

Read Next

Komisi III DPR RI Setujui RUU Permasyarakatan