Berita

Raih Suara Tertinggi di Antara Caleg Golkar, Dedi Mulyadi Bilang “Sakitu ge Uyuhan”

Anggota DPR terpilih dari Partai Golkar, Dedi Mulyadi mengomentari perolehan suaranya yang tertinggi secara nasional dari partai berlambang pohon beringin itu.

Dedi mengatakan bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada masyarakat yang masih memberikan kepercayaan kepada dirinya di tengah pertarungan politik yang berat.

Menurut Dedi, kampanye pemilihan legislaif pada Pemilu 2019 ini sangat berat karena berbarengan dengan kampanye pemilihan presiden.

“Alhamdulillah dapat hasil seperti ini. Sakitu ge uyuhan (segitu juga lumayan),” kata Dedi mengucapkan kalimat khas dirinya ketika mengomentari setiap keberhasilan yang dicapainya.

Seperti diketahui, mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi adalah caleg DPR Golkar yang meraih suara tertinggi pada Pemilu 2019, yakni 206.621.

Disusul Hasan Basri, mantan gubernur Jambil yang meraih 200.291. Kemudian Teti Rohatingsih, istri bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji yang mendapat 147.905 suara.

Berikutnya ialah Alex Noerdin, mantan gubernur Sumatera Selatan mengantongi 145.622 suara dan terakhir Sarmuji meraih 137.11 di daerah pemilihan Jawa Tiur VI. Sarmuji merupakan anggota DPR RI petahana.

Dedi mengatakan, seorang anggota DPR itu adalah pekerjaan berat.

Dengan duduk di lembaga wakil rakyat itu, Dedi mengatakan harus menjaga amanah rakyat dan memberikan gagasan terbaik bagi indonesia, konstituen di daerah pemilihannya hingga masyarakat Jawa Barat.

Dia mengatakan, duduk di lembaga legislatif memiliki cara kerja berbeda dengan eksekutif. Menurutnya, pekerjaan di legislatif itu tidak terlihat karena memang fungsinya hanya mengontrol dan mengevaluasi kinerja dan kebijakan pemerintah.

Sedangkan pekerjaan di eksekutif akan terlihat wujudnya. Seperti pembangunan infrastruktur jalan, rumah untuk rakyat miskin, dan sebagainya. Ia mengatakan hanya akan mengusulkan.

“Saya saat saya jadi bupati Puwakarta, saya bisa membuat jalan, membangunkan rumah untk warga miskin dan lainnya. Itu wujud pekerjannya terlihat. Jadi mohon maaf jika ke depan cara kerja saya ke depan akan berbeda dengan saat saya menjadi bupati,” kata Dedi.

Tetap blusukan

Namun demikian, Dedi mengatakan, kebiasaan pribadinya blusukan dan bertemu orang yang memberi inspirasi atau warga tak mampu akan tetap ia lakukan.

Kebiasaan Dedi Mulyadi adalah kerap menemui orang-orang yang terpinggirkan, baik ke rumah maupun di jalan.

Misalnya, menemui pedagang makanan, alat dapur dan lain sebagainya. Dedi kerap memborong dagangan mereka meski tidak dibutuhkan. Atau membantu biaya anak kurang beruntung yang ingin bersekolah.

“Kalau urusan orang miskin, anak sekolah, terpinggirkan, saya akan tetap memberi perhatian seperti biasanya. Kebiasaan dulu sampai sekarang saya akan tetap lakukan, baik memiliki jabatan ataupun tidak. Ya seperti sekarang ini, saya tidak punya jabatan apa-apa di pemerintah, tapi tetapi berusaha membantu orang yang membutuhkan,” kata ketua DPD Golkar Jawa Barat ini.

Kompas

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *